Unitomo–Uwika Dorong Ratunya Laundry Jadi Role Model UMKM Berbasis Teknologi

oleh -385 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Di tengah ketatnya persaingan bisnis laundry, kolaborasi akademisi hadir membawa angin segar. Tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya menggandeng UMKM Ratunya Laundry sebagai mitra program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) hibah Kemendiktisaintek 2025.

Program yang digelar sejak Juli hingga Desember 2025 ini dipimpin Dr. Nensy Megawati Simanjuntak, S.Pd., M.Pd. dengan dukungan Dr. Nurhayati, SE., MSA(HumBis), Ak., CA (Unitomo), Erwin Dhaniswara, A.Md., S.SI. (Uwika), serta tiga mahasiswa Unitomo lintas fakultas. “Proposal yang kami ajukan berjudul PKM Bisnis Model Canvas pada Industri Rumah Tangga Ratunya Laundry di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan UMKM melalui pendekatan strategis berbasis inovasi dan model bisnis berkelanjutan,” jelas Nensy Megawati. Ia menambahkan, pendampingan diberikan lewat penyuluhan digital marketing dan sistem akuntansi agar usaha laundry mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Tidak hanya itu, tim dosen juga menghadirkan inovasi berupa hibah mesin pengering pakaian inverter yang dijuluki “Mesin Aduhai”. “Dalam substansi penyuluhan kami, konsep tata kelola bisnis laundry ini harus berbasis inovasi. Dengan mesin baru ini, efisiensi operasional semakin meningkat dan peluang pengembangan usaha makin terbuka,” tegas Nensy.

Pemilik Ratunya Laundry, Hadi Surono, mengaku terbantu dengan program ini. “Bagi kami, bantuan ini sangat berarti. Selain dapat ilmu baru soal manajemen usaha, mesin pengering ini akan sangat membantu mempercepat pelayanan ke pelanggan. Kami jadi lebih percaya diri bersaing dengan usaha laundry lainnya,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Prof. Dr. Nur Sayidah, Kepala LPPM Unitomo, yang turut memantau program. “Melalui sinergi antara dunia akademik dan UMKM, diharapkan Ratunya Laundry mampu tumbuh sebagai role model pemberdayaan usaha rumah tangga berbasis teknologi di Surabaya. Semoga PKM ini tidak hanya memperkuat aspek teknis usaha, namun juga menanamkan semangat inovasi, keberlanjutan, dan adaptasi digital dalam bisnis keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terbanyak Se-Indonesia, 124 Satuan Pendidikan Jatim Raih Penghargaan Adiwiyata Tahun 2023 dari Kementerian LHK

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM yang mampu menyeimbangkan antara kearifan lokal dan sentuhan teknologi, sekaligus menginspirasi usaha mikro lain di Surabaya untuk berani naik kelas.(tok)