Paskibraka Jatim 2025 Dibubarkan, Khofifah Titip Pesan Cinta Tanah Air

oleh -942 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Timur 2025 dalam Malam Apresiasi sekaligus pembubaran pasukan di Gedung Negara Grahadi, Minggu (17/8/2025) malam.

Dalam sambutannya, Khofifah berpesan agar pengalaman selama pendidikan dan pelatihan Paskibraka menjadi bekal penting untuk menjaga semangat kebangsaan. Ia menekankan, generasi muda perlu bijak menjaga diri, memilih lingkungan pertemanan yang tepat, berhati-hati menggunakan teknologi digital, serta mewaspadai pengaruh negatif.

(Foto: Frizal/kilasjatim.com) “Jadilah anak terbaik di negeri ini dengan memberikan kecintaan, dedikasi, dan pengabdian terbaik untuk NKRI,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kecintaan pada tanah air harus terus dipupuk sejak dini, sebab setinggi apapun pendidikan yang ditempuh tidak selalu berbanding lurus dengan rasa nasionalisme. Ia juga mengingatkan, Indonesia adalah bangsa besar yang berhasil menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Khofifah berharap anggota Paskibraka yang kelak berkesempatan menimba ilmu di luar negeri tidak melupakan tanah air dan tetap kembali mengabdi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga Jawa Timur tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Pada kesempatan itu, Khofifah menyerahkan piagam penghargaan kepada pembina, pelatih, pamong, anggota Paskibraka, marching band, paduan suara, hingga penari kolosal yang terlibat dalam upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Grahadi.

Malam apresiasi ini turut menghadirkan kisah inspiratif dari para anggota Paskibraka. Salah satunya Muhammad Andrian Saputra, siswa SMKN 1 Purwosari, Pasuruan, putra seorang kuli bangunan. Ia mengaku bangga bisa mengibarkan bendera pusaka meski berasal dari keluarga sederhana.

“Kesederhanaan tidak mematahkan semangat saya untuk jadi Paskibraka. Siapapun bisa jadi apapun,” ujarnya penuh semangat.

Cerita serupa datang dari Trisnia Isni Susilowati, siswi SMAN 1 Pasirian, Lumajang, putri penjual cilok. Dengan motor Supra satu-satunya, ia rela menempuh perjalanan panjang setiap hari demi mengikuti seleksi hingga akhirnya lolos.

Baca Juga :  Akhirnya Bagnaia Podium Pertama di Sprint Race MotoGP Jepang, Marc Marquez Kedua

“Kalau cita-cita tercapai, saya ingin membelikan HP untuk orang tua dan memberikan fasilitas yang mereka butuhkan,” ungkapnya haru. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.