Yarsis Hadiahkan 0,9 Kg Emas ke Karyawan, Unusa Siapkan PPDS 2026

oleh -302 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Momentum 80 tahun kemerdekaan RI dimanfaatkan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) untuk memberikan penghargaan istimewa. Sebanyak lebih dari 0,9 kilogram emas senilai Rp1,7 miliar dibagikan kepada karyawan yang telah mengabdi 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan itu diserahkan saat upacara detik-detik proklamasi di halaman RSI Surabaya Jemursari, Minggu (17/8/2025).

Penghargaan emas tersebut diberikan kepada 126 karyawan dengan masa kerja 10 tahun, 6 karyawan dengan masa kerja 20 tahun, dan 16 karyawan yang mengabdi 30 tahun. Mereka terdiri dari dokter, tenaga medis, dosen, dan tenaga kependidikan di empat unit usaha Yarsis: RSIS A. Yani, RSIS Jemursari, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), serta RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik.

Ketua Yarsis, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, menegaskan bahwa sinergi dan kebermanfaatan menjadi kunci penting memajukan lembaga. “Ide besar sangat penting, tapi tidak berhenti di situ. Perlu ditunaikan dalam bentuk implementasi dan realisasi. Berikhtiar untuk terus berimplementasi dan memberikan suatu hasil akan menghadirkan manfaat serta dampak yang signifikan. Itu yang dibutuhkan, baik untuk individu maupun lembaga,” tegas Prof Nuh.

Prof Nuh menambahkan, ada empat hal pokok yang harus dipegang dalam pengembangan lembaga: mind of ideas, mind of implementation, mind of result, dan mind of impact. “Kalau kita senantiasa memberi manfaat, maka kita akan terus bertumbuh. Sebab, yang paling baik adalah manusia maupun lembaga yang mampu memberikan kemanfaatan,” tambahnya.

Selain sebagai wujud terima kasih atas loyalitas karyawan, Prof Nuh menyebut penghargaan ini juga menjadi momentum Yarsis menegaskan dua agenda besar di Unusa: Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan pengembangan program studi berbasis digital. “Yang kedua dalam rangka 80 tahun kemerdekaan ini, kami ingin menonjolkan betul dua agenda besar di Unusa yaitu PPDS dan mengembangkan prodi-prodi berbasis digital,” jelasnya.

Baca Juga :  Anggaran MBG di Surabaya Rp 1 Triliun Lebih, Komisi D: Tidak Rasional Jika Dibebankan ke APBD

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menegaskan kampusnya tengah menyiapkan tenaga pendidik dan kurikulum untuk PPDS. “Sehingga sudah mulai bisa menerima mahasiswa di tahun 2026. Diikhtiarkan akhir tahun ini izin untuk PPDS Unusa sudah keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah Unusa sejalan dengan program pemerintah dalam percepatan PPDS yang menargetkan 140 program di seluruh Indonesia. “Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi memetakan perguruan tinggi yang eligible, salah satu syaratnya Kedokterannya sudah terakreditasi Unggul. Kemudian dipetakan perguruan tinggi yang menjadi pembina, salah satunya Universitas Airlangga. Di bawah pendampingan Unair masih ada beberapa perguruan tinggi lagi, salah satunya Unusa,” terang Prof Jazidie.

Menurutnya, Unusa mendapat kesempatan mempersiapkan lima PPDS, namun saat ini fokus pada spesialis Paru dan Obstetri-Ginekologi (Obgyn).(tok)