Wujudkan Sistem Jaminan Kesehatan Inklusif, BPJS Masuk Kurikulum Pendidikan

oleh -589 Dilihat

Penandatanganan kerjasama Penguatan ekosistem jaminan sosial melalui pendidikan dilakukan BPJS Kesehatan,  BPJS Ketenagakerjaan dan Unair disaksikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar di kampus C Unair Surabaya, Kamis (14/8/2025). (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya – BPJS Kesehatan berkomitmen membangun kolaborasi lintas sektor, dengan perguruan tinggi sebagai pelopor, demi terwujudnya sistem jaminan kesehatan inklusif, merata, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Saat ini BPJS berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang diwujudkan dalam grand launching Penguatan ekosistem jaminan sosial.melalui pendidikan di kampus C Unair Surabaya, Kamis (14/8/2025) ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara pihak Unair, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan disaksikan Menteri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.

Kepala BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti mengatakan, akan menyiapkan kurikulum di seluruh perguruan tinggi. Namun belum dilaksanakan, karena ada 4.000 lebih perguruan tinggi yang akan ditingkatkan kualitasnya.

“Tapi yang jelas di Unair  kurikulumnya ini juga untuk diajari bagaimana prinsip-prinsip jaminan sosial, termasuk jaminan sosial kesehatan. Kebetulan waktu itu saya ketua tim kedua-duanya jaminan sosial untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja,” kata Gufron.

Nantinya kurikulum tersebut ada di mata kuliah. BPJS Kesehatan berkomitmen berkolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pelopor, demi terwujudnya sistem jaminan kesehatan inklusif, merata, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut bahwa mahasiswa baru (Maba) Universitas Airlangga (Unair) otomatis mendapat jaminan kesehatan. Bahkan, BPJS baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan akan masuk dalam kurikulum pendidikan.

“Anggota mahasiswa baru langsung menjadi peserta BPJS Kesehatan. Untuk ini harus dicontoh oleh perguruan tinggi mana-mana,” kata Cak Imin sapaan akrabnya di Unair kampus C, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga :  23 Ribu Lebih Buruh tani tembakau dan anggota masyarakat lainnya di Bondowoso Kini Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Terkait pungutan untuk mahasiswa, Cak Imin menyebut akan terintegrasi sejak resmi menjadi mahasiswa baru Unair.

“Ini memang sejak awal mahasiswa baru menjadi bagian integral dari sistem perekrutan mahasiswa,” ujarnya.

Selain itu, Cak Imin juga menyiapkan pelaksanaan sistem jaminan sosial melalui kurikulum melalui inovasi dari perguruan tinggi hingga pendidikan dasar hingga menengah atas.

“Jadi ilmu sistem jaminan sosial nasional itu juga dikembangkan di tingkat sekolah menengah atas agar nanti SDM-nya juga SDM yang tangguh karena nanti kerjaan raksasa ini akan menunggu kemajuan-kemajuan di masa yang akan datang. Sistem jaminan sosial nasional itu pekerjaan yang sangat besar yang membutuhkan SDM yang memadai,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ali Gufron Mukti mengatakan, akan menyiapkan kurikulum di seluruh perguruan tinggi. Namun belum dilaksanakan, karena ada 4.000 lebih perguruan tinggi yang akan ditingkatkan kualitasnya.

“Tapi yang jelas di Unair kita nanti kurikulumnya ini juga untuk diajari bagaimana prinsip-prinsip jaminan sosial, termasuk jaminan sosial kesehatan. Kebetulan waktu itu saya ketua tim kedua-duanya jaminan sosial untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja,” kata Gufron.

Nantinya kurikulum tersebut ada di mata kuliah. BPJS Kesehatan berkomitmen berkolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pelopor, demi terwujudnya sistem jaminan kesehatan inklusif, merata, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Rektor Unair Prof Muhammad Madyan menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh terkait konsep, kebijakan, hingga implementasi jaminan sosial. Hal ini dirasa krusial untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan praktis untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Di Unair sendiri, kami memiliki sejumlah muatan pembelajaran yang mengintegrasikan konteks jaminan sosial, seperti mata kuliah Komunikasi Kesehatan dan Layanan Dasar Kesehatan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan solusi terkait isu-isu jaminan sosial,” kata Madyan.

Baca Juga :  Nunggak Iuran? Jangan Panik, BPJS Kesehatan Beri Keringanan Lewat Program Rehab

Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Madyan menegaskan pentingnya membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh terkait konsep, kebijakan, hingga implementasi jaminan sosial. Hal ini menurutnya krusial untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan praktis untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Di UNAIR sendiri, kami memiliki sejumlah muatan pembelajaran yang mengintegrasikan konteks jaminan sosial, seperti mata kuliah Komunikasi Kesehatan dan Layanan Dasar Kesehatan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan solusi terkait isu-isu jaminan sosial,” tegas Madyan.

Menurut Madyan mahasiswa ini dapat menjadi agen perubahan yang mampu merancang program lebih efektif, mengadvokasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat, dan memastikan setiap warga negara mendapatkan haknya. Selain itu, peluncuran penguatan ekosistem jaminan sosial melalui pendidikan dapat mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah.

“Mari bersama-sama membangun sumber daya manusia yang unggul, yang mampu memastikan sistem jaminan sosial di Indonesia berjalan optimal dan memberi manfaat maksimal bagi seluruh rakyat,” tutupnya. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.