KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemkot Surabaya merevitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tunjungan yang menghubungkan Siola dengan Jalan Tanjung Anom. Jembatan berusia 38 tahun itu menjadi ikon legendaris karena merupakan jembatan penyeberangan pertama di atas jalan raya di Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan revitalisasi dilakukan karena kondisi jembatan sudah tidak layak.
“Kekuatannya sudah dihitung, dan hasilnya harus terkoneksi dengan kondisi Jalan Tunjungan saat ini,” ujar Eri saat dikonfirmasi, Senin (11/8/2025).
Desain baru JPO akan lebih modern, terbuka, dan terintegrasi dengan pemandangan sekitar. Warga dapat menikmati panorama Jalan Tunjungan dari ketinggian dan memanfaatkannya sebagai spot foto.
“Bentuknya tetap jembatan, tapi lebih terbuka, jadi bisa digunakan masyarakat untuk foto,” tambah Eri.
Revitalisasi ini melibatkan investor melalui program CSR, sehingga tidak banyak menggunakan APBD. Eri berharap keberadaan JPO baru akan semakin menghidupkan suasana Jalan Tunjungan dan menarik wisatawan.
Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, mengungkapkan JPO yang dibangun pada 1987 itu memang membutuhkan peremajaan menyeluruh. Kajian tim independen menunjukkan beberapa bentangan sudah rapuh dan tidak aman, terlebih setelah sebagian struktur runtuh.
“Berdasarkan kajian, kondisinya memang rapuh. Karena itu, harus segera diselamatkan,” jelasnya.
Pembangunan dijadwalkan selesai pada Desember 2025 dan dapat digunakan publik pada awal 2026. Fungsi utama JPO tetap sebagai penghubung pejalan kaki dari Siola ke Jalan Tanjung Anom, namun dengan estetika yang lebih menonjol.
Wiwiek memastikan, jadwal pembangunan telah diatur agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
