TNI AL Uji Kesiapan Pasukan Katak Lewat Misi Udara Berisiko

oleh -583 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – TNI Angkatan Laut mengerahkan helikopter Bell-412 EP HU-4207 dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 3 Puspenerbal Biak untuk mendukung latihan tempur siswa Pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikkopaska) Angkatan XLVII, Jumat (8/8/2025).

Latihan yang berlangsung di kawasan Surabaya, Selat Madura, hingga wilayah Komando Armada II ini menitikberatkan pada skenario operasi khusus, seperti teknik fast rope, STABO (Special Team Airborne Operation), dan heli water jump. Semua tahapan dirancang untuk mengasah kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi pasukan dari udara ke laut dalam kondisi berisiko tinggi.

Komandan Wing Udara 3 Puspenerbal Biak, Kolonel Laut (P) Ahmad Novam Hajaruman, mengatakan latihan ini dilaksanakan sesuai prosedur operasi standar dan mengedepankan prinsip keselamatan kerja.

“Seluruh skenario dijalankan dengan disiplin dan prosedur ketat, demi menjamin keselamatan terbang dan kerja selama latihan berlangsung,” ujarnya.

Helikopter HU-4207 yang digunakan diawaki oleh Captain Pilot Lettu Laut (P) Sri Utami dan Co-pilot Lettu Laut (P) Tanta Ananda Silalahi. Kehadiran keduanya dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran dan keamanan misi latihan.

Kolonel Novam juga menekankan pentingnya sinergi antarunsur di tubuh TNI AL, khususnya antara satuan udara dan pasukan khusus.

“Latihan ini membuktikan soliditas dan koordinasi yang kuat antar satuan dalam mendukung operasi strategis dan dinamis,” tegasnya.

Dikkopaska merupakan program pendidikan intensif bagi prajurit pilihan TNI AL yang disiapkan untuk bergabung dengan pasukan katak—unit elit dengan kemampuan tempur di laut, bawah air, dan darat. Latihan seperti ini menjadi tahapan penting dalam menyiapkan mereka menghadapi operasi nyata dengan kompleksitas tinggi.

Melalui dukungan udara yang terencana dan terintegrasi, latihan ini memberikan pengalaman langsung bagi para siswa Dikkopaska dalam melakukan operasi lintas medan secara cepat dan presisi.

Baca Juga :  Ditemukan Terbalik di Dasar Selat Bali, 17 Penumpang KMP Tunu Pratama Masih Hilang

“Kami berharap latihan ini meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme para siswa dalam menghadapi berbagai skenario operasi khusus di masa depan,” kata Kolonel Novam. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.