OJK  Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid 

oleh -680 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap solid di tengah dinamika global. Hal tersebut mengemuka ketika Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebut  kondisi ekonomi global menunjukkan perbaikan yang turut mendukung kestabilan sektor keuangan Indonesia.

“Peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF, termasuk untuk Indonesia, menjadi sinyal positif. Ini didorong oleh kinerja ekonomi yang lebih baik pada semester I/2025, pelonggaran tensi dagang global, serta perbaikan likuiditas internasional,” ujar Mahendra, dalam Rapat Dewan Komisioner OJK yang digelar  Selasa (5/8/2025).

Proyeksi optimis juga datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang kembali menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global. Dalam laporan terbarunya, IMF juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026.

Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk aktivitas perekonomian yang lebih baik dari perkiraan, meredanya ketegangan perang dagang, dan membaiknya kondisi likuiditas global.

Ia mengungkapkan, di tengah sentimen global yang membaik, pasar keuangan Indonesia menunjukkan kinerja yang mengesankan. Pasar saham domestik mencatatkan kenaikan signifikan pada Juli 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melemah, berhasil bangkit dan menguat 5,71% secara year-to-date (ytd) menjadi 7.484,34 pada akhir Juli.

“Kinerja positif ini didukung oleh berbagai sektor, di mana seluruh indeks sektoral mengalami peningkatan. Sektor Teknologi, Infrastruktur, dan Industri menjadi pendorong utama dengan penguatan terbesar. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar saham sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) selama tiga hari berturut-turut pada Juli 2025, puncaknya mencapai Rp13.701 triliun,” papar Mahendra.

Ditambahkan Mahendra, tak hanya pasar saham, pasar obligasi dan industri pengelolaan investasi juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,17%, sementara investor non-residen mencatatkan net buy sebesar Rp.13,28 triliun di pasar obligasi pemerintah.

Baca Juga :  Wagub Emil: Koperasi Petani di Jatim sebagai Upaya Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Sedangkan di industri pengelolaan investasi, nilai aset kelolaan (AUM) tercatat sebesar Rp856,62 triliun, naik 2,30% secara ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga melonjak 5,46% secara ytd menjadi Rp526,53 triliun.

Dari  data yang menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia berada dalam kondisi yang kuat dan menjanjikan, didukung oleh prospek ekonomi global yang membaik, kinerja pasar domestik yang solid, dan komitmen OJK dalam menjaga integritas serta tata kelola yang baik,” pungkas Mahendra. (nov)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.