Bupati Bondowoso: SPPG Bukan Sekadar Program, Ini Misi Kemanusiaan!

oleh -1386 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Bupati Bondowoso menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bondowoso. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri Launching Operasional dan Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Baitul Hikmah Al-Imraniyyah, Kecamatan Pujer, Rabu (6/8/2025).

Dalam pidatonya, Bupati menyatakan bahwa program SPPG merupakan gerakan konkret yang tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, inisiatif Yayasan Baitul Hikmah menjadi contoh nyata peran aktif masyarakat sipil dalam menangani isu gizi secara langsung di akar rumput.

“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah program, tapi kita memulai gerakan nyata untuk menyelamatkan generasi. Ini bukan proyek biasa, ini misi kemanusiaan,” tegasnya.

Bupati membeberkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan, angka stunting di Bondowoso masih berada di kisaran 22 persen, dengan Kecamatan Pujer menjadi salah satu wilayah yang masih memiliki jumlah balita kekurangan gizi yang cukup signifikan. Karena itu, kehadiran SPPG di wilayah tersebut sangat strategis dan dibutuhkan.

Ia menyampaikan bahwa SPPG bukan hanya tempat distribusi makanan bergizi, tetapi juga harus menjadi pusat edukasi, baik kepada orang tua, kader Posyandu, maupun masyarakat umum tentang pentingnya pola makan sehat dan pengasuhan berbasis gizi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap pelaksanaan program SPPG, dan akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Puskesmas, PKK, kepala desa, hingga dinas teknis seperti Dinas Kesehatan dan DPMD untuk melakukan monitoring dan evaluasi.

“Kami tidak ingin program ini berhenti di acara launching. Mulai bulan ini, kami tugaskan dinas terkait untuk ikut turun dan memantau langsung agar program ini tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujarnya.

Baca Juga :  Indonesia Tuan Rumah ASEAN U17 Boys Championship 2026, Tiket Mulai Rp20 Ribu

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong agar model SPPG ini diperluas ke kecamatan lain, khususnya di wilayah dengan risiko stunting tinggi seperti Maesan, Wonosari, dan Grujugan.

Dalam pidatonya, Bupati juga mengajak kalangan swasta, pelaku usaha, dan dunia pendidikan untuk turut berperan aktif.

“Tidak semua masalah butuh APBD. Banyak hal bisa kita selesaikan dengan gotong royong. Ini saatnya seluruh elemen ikut buntuk melakukan monitoring dan evaluasi.

“Kami tidak ingin program ini berhenti di acara launching. Mulai bulan ini, kami tugaskan dinas terkait untuk ikut turun dan memantau langsung agar program ini tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati juga mendorong agar model SPPG ini diperluas ke kecamatan lain, khususnya di wilayah dengan risiko stunting tinggi seperti Maesan, Wonosari, dan Grujugan.

Dalam pidatonya, Bupati juga mengajak kalangan swasta, pelaku usaha, dan dunia pendidikan untuk turut berperan aktif.

“Tidak semua masalah butuh APBD. Banyak hal bisa kita selesaikan dengan gotong royong. Ini saatnya seluruh elemen ikut bertanggung jawab atas masa depan generasi kita,” pungkasnya.

Acara launching ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Kecamatan Pujer, serta tokoh masyarakat dan pengurus Yayasan Baitul Hikmah Al-Imraniyyah.

Dengan dimulainya operasional SPPG ini, diharapkan Bondowoso mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggiertanggung jawab atas masa depan generasi kita,” pungkasnya.

Acara launching ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Kecamatan Pujer, serta tokoh masyarakat dan pengurus Yayasan Baitul Hikmah Al-Imraniyyah.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Lindungi 8.445 Buruh Tani Tembakau dengan BPJS Ketenagakerjaan

Dengan dimulainya operasional SPPG ini, diharapkan Bondowoso mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.