Australia – Jatim Jajaki Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan

oleh -275 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur jajaki kerjasama dengan Australia di berbagai sektor diantaranya, pembangunan energi terbarukan serta ketahanan pangan.

Kolaborasi keduanya ini terjadi saat Menteri Pembangunan Internasional, Multikultural, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Australia, Dr. Anne Aly melakukan kunjungan serta melakukan pertemuan dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (5/8/2025).

“Kami tahu bahwa Australia Barat dan Jawa Timur memiliki hubungan yang sangat kuat. Hari ini kami membahas banyak hal secara mendalam, dan kami berkomitmen untuk menjadi mitra yang andal serta tetangga yang baik bagi Indonesia,” ujar Dr. Aly.

Menteri Pembangunan Internasional, Multikultural, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Australia, Dr. Anne Aly memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (5/8). (Foto; Humas Pemprov/ist)

Ia menilai kunjungan Dr. Aly sangat strategis karena membawa mandat dari tiga sektor penting: pembangunan internasional, multikulturalisme, dan pemberdayaan UKM.

Khofifah mengapresiasi kontribusi Australia dalam mendukung produktivitas jagung di Jawa Timur melalui penyediaan bibit unggul. Bantuan ini dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang kini digencarkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Jawa Timur merupakan penyumbang sekitar 35 persen produksi jagung nasional. Kolaborasi ini memperkuat peran strategis Jatim dalam menjaga ketahanan pangan,” jelas Khofifah.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga memaparkan inovasi pemanfaatan rumput laut yang tengah dikembangkan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Akar rumput laut digunakan sebagai bahan baku pupuk ikan sekaligus sumber energi terbarukan.

Teknologi ini telah diuji coba di Bangkalan dan Sampang, dan dinilai potensial untuk dikembangkan lebih luas, terutama dalam mendukung ekonomi masyarakat pesisir dan menciptakan energi ramah lingkungan.

“Kami berharap inovasi berbasis potensi lokal seperti ini dapat diperluas melalui kerja sama internasional, termasuk dengan Australia,” pungkas mantan Mensos. (FRI)