Tepis Isu, Ketua DPRD Surabaya Tes Narkoba dan Minta Legislator Lain Ikut

oleh -292 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, menjalani tes narkoba secara terbuka di kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, Senin (4/8/2025). Tes urine ini dilakukan sebagai bentuk respons atas permintaan dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang sebelumnya menyampaikan keresahan publik soal dugaan keterlibatan dirinya dalam penyalahgunaan narkotika.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, Adi negatif dari tujuh parameter zat narkotika yang diuji.

“Saya datang ke BNNK memenuhi permintaan AMI. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan publik sebagai pimpinan DPRD,” ujar Adi usai pemeriksaan.

Namun lebih dari sekadar hasil negatif, langkah Adi menjadi pernyataan simbolik tentang pentingnya keterbukaan dan teladan dari pejabat publik dalam isu pemberantasan narkoba.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pembuktian pribadi, melainkan bentuk komitmen menjaga integritas lembaga legislatif. “Alhamdulillah, hasilnya negatif. Terima kasih kepada BNNK atas pelayanan yang cepat dan profesional,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengajak seluruh anggota legislatif—khususnya dari fraksinya—untuk mengikuti langkah serupa sebagai bentuk komitmen bersama melawan peredaran narkoba.

“Kami punya komitmen 100 persen dalam pencegahan narkoba,” tegas Adi.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kepala BNNK Surabaya, Kombes Pol Heru Prasetyo.

Ia menyebut tindakan Adi sebagai implementasi nyata dari Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencegahan Narkotika.

“Ini bentuk deteksi dini yang konkret dan patut dicontoh,” kata Heru.

Kepastian hasil tes juga disampaikan oleh tim medis BNNK. “Dari tujuh parameter yang diuji, semuanya negatif,” ujar dr. Putri Damayanti.

Tindakan terbuka Adi ini membuka ruang diskusi lebih luas tentang pentingnya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di berbagai kalangan—bukan hanya pelajar dan ASN, tapi juga di level elite politik. Sebuah pesan moral yang relevan di tengah maraknya isu narkotika yang kian menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.