Namun, alih-alih panik dan mengambil langkah gegabah, para ahli menyarankan untuk memperkaya diri dengan informasi yang lebih komprehensif dan pandangan yang lebih luas. Tindakan ini krusial sebelum memutuskan langkah drastis yang berpotensi merugikan. Salah satu solusi yang direkomendasikan adalah mencari informasi mengenai layanan keuangan yang menawarkan beragam opsi untuk menjaga nilai kekayaan saat terkena dampak risiko finansial.
Meskipun berita dan informasi terkini terkadang terdengar pesimistis, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh. Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service, misalnya, menetapkan Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil per Maret 2025. Penilaian ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal yang terjaga.
Hal senada juga disampaikan oleh Head of Macro and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina. Dalam paparannya bersama AXA Mandiri, Dian memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berada di kisaran 5%, didukung oleh konsumsi dan investasi sebagai motor utama.
Untuk melindungi diri dari dinamika ekonomi, diversifikasi menjadi strategi yang sangat dianjurkan. Dian menjelaskan, “Sumber dana yang ada diberdayakan ke instrumen yang memberikan proteksi dan investasi.” Diversifikasi ini bisa dilakukan dengan menyiapkan perencanaan keuangan yang matang, termasuk memiliki tabungan, investasi, asuransi, hingga warisan.
Di antara berbagai instrumen tersebut, asuransi menjadi pilihan yang menonjol karena menawarkan perlindungan dari kerugian finansial sekaligus melindungi jiwa dan masa depan. Asuransi fokus pada perlindungan dari risiko, menjadikannya solusi perencanaan keuangan jangka panjang yang efektif. Dengan memiliki perlindungan asuransi, nasabah dapat menjaga impian dan masa depan mereka tetap terwujud, bahkan di tengah kondisi keuangan yang tidak pasti.
Chief Communications Officer AXA Mandiri, Atria Rai, menekankan pentingnya asuransi jiwa dalam sebuah keluarga. “Kehadiran asuransi jiwa mampu menekan risiko finansial jika pencari nafkah tidak produktif lagi,” tuturnya. Perlindungan ini terwujud dalam bentuk uang pertanggungan, manfaat tunai, atau manfaat akhir masa asuransi yang dapat diwariskan kepada anak.
Atria juga menyoroti keunggulan warisan dalam bentuk tunai, yang ia sebut sebagai kondisi “cash is king”. Warisan tunai memiliki beberapa kelebihan dibandingkan aset lain seperti properti atau emas. Kelebihan tersebut meliputi:
- Bebas Pajak: Manfaat tunai dari asuransi umumnya bebas pajak, berbeda dengan properti, emas, atau deposito.
- Proses Pencairan Mudah: Klaim ditujukan kepada penerima manfaat yang jelas sesuai polis, dan dana tunai ini bisa langsung digunakan untuk berbagai kebutuhan.
- Fleksibilitas dan Likuiditas Tinggi: Warisan tunai mudah digunakan dan memiliki likuiditas tinggi, tidak seperti properti yang proses penjualannya memakan waktu dan biaya tambahan.
- Nilai Stabil: Nilai tunai cenderung lebih stabil dan mudah dipahami.
Salah satu produk yang dapat menjadi pilihan untuk mempersiapkan warisan sekaligus masa depan orang tercinta adalah Asuransi Mandiri Ultimate Legacy dari AXA Mandiri. Produk ini menawarkan nilai uang pertanggungan hingga 350% atau hingga 18 kali dari nilai premi yang sudah dibayarkan. (pur)

