Kaleidoscope Dari Satu Kata Menjadi Nada

oleh -451 Dilihat
oleh

KILASJATIM. COM, Malang– Adalah Salsa Nadhif, seorang gadis multi talent. Setelah sukses meluncurkan karya lukis dan desain busana, kini merambah bidang tarik suara dengan gaya musik naratif dan puitis.

Dalam singgel terbaru bergenre ballad Kaleidoscope (I Don’t Remember How to Love So Free) menjadi lagu spesial. Mengisahkan perjalanan inner healing dan keberanian membuka hati, untuk cinta baru yang lembut dan menyembuhkan luka dimasa lalu.

“Beri satu kata, akan saya jadikan lagu. Dari situ tercipta Kaleidoscope,” kata Salsabila Nadhif Fadhilah atau Salsa Nadhif, menjelang mini konser bertajuk Kaleidoscope Night di gelar di The Grove, Selasa (29/07/2025).

Melalui harmoni lirik yang puitis, Kaleidoscope Night ia persembahkan sebagai malam untuk merayakan warna-warna luka, cinta dan suara jiwa yang selama ini tersembunyi. Bukan hanya itu, ia juga telah menulis lima lagu lain sejak SMA. Namun, ia baru percaya diri pada lagu ke enamnya ini.

Dipilihnya Malang sebagai kota re-releas singel perdana, sebab Malang salah satu kota barometer musik yang telah melahirkan Ian Antono, Totok Tewel dan masih banyak lagi. Sebelumnya pada 11 Juli lalu, single tersebut telah di release di berbagai platform digital, seperti Spotify, Apple musik, Deezer, YouTube dan masih banyak lagi.

Malam itu, alumnus Master of Research in Neuroscience di Newcastle University, tampil tidak sendiri. Ia didampingi Panji Sakti sebagai produser di lagu Salsa. Ia menyampaikan single yang digarapnya memiliki lirik yang dalam. Menurut pelantun lagu Kepada Noor itu, lagu baru Salsa seperti tidak ditulis oleh anak muda. Sebab liriknya sudah matang dan memiliki nilai jual tinggi.

Sejak pertama mendengarkan demonya, Panji langsung menyetujui tawaran menjadi produser. Dalam demo lagu itu, menurutnya suara Salsa sangat menyentuh. Sebab itu ia tidak mengubah lirik lagu yang ditulis oleh penyanyinya sendiri.

Baca Juga :  PLN Gelar Wisuda Mahasantri PeTIK Jombang, Cetak Generasi Unggul dari Amanah Zakat

“Mulai aransemen, teknik vocal, sampai lirik tidak ada yang saya ubah, semuanya sudah sempurna sejak awal. Jadi sayang kalau didengar sendiri, harus keluar dari rumah. Dari pada diam dikamar kosan. Lagu bisa berjalan lebih jauh, bisa diapresiasi banyak orang. Kalau viral itu bonus,” katanya. (TQI)