PAE 2025: PG Gaet Generasi Muda dan Dorong Pertanian Inovatif

oleh -618 Dilihat
istimewea

KILASJATIM.COM, Gresik: Petrokimia Gresik (PG) kembali menyelenggarakan Petro Agrifood Expo (PAE) 2025 selama tiga hari, mulai Jumat (25/7) hingga Minggu (27/7), di Kebun Percobaan (Buncob), Gresik, Jawa Timur. Acara ini menjadi magnet bagi masyarakat, terutama generasi muda, dengan pengalaman langsung memetik buah dan sayuran serta mengenal lebih dekat dunia pertanian modern.

Direktur Utama PG, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dinanti publik, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 perusahaan.

“Melalui PAE, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam dunia pertanian, bukan sekadar melihat tapi juga terlibat, mulai dari panen hingga menikmati hasil olahan pertanian,” ujarnya pada Minggu (27/7).

Kegiatan petik buah melon dan aneka sayuran menjadi favorit pengunjung, di samping stan bazar yang menjajakan hasil pertanian unggulan dan produk olahan lokal. Suasana yang tidak biasa ini menawarkan nuansa berbeda, terutama bagi warga perkotaan seperti Gresik.

PAE juga menjadi ajang bagi PG untuk memamerkan hasil riset mereka, termasuk inovasi pupuk organik, anorganik, hayati, hingga teknologi agribisnis. Tahun ini, sebanyak 57 stan turut meramaikan expo, terdiri dari mitra Pupuk Indonesia Group, dinas pertanian, petani binaan, dan pelaku usaha agribisnis lainnya.

“Selama pangan masih menjadi kebutuhan dasar, pertanian tetap jadi sektor utama. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat lebih teredukasi dan tertarik pada sektor pertanian,” tambah Daconi.

50 Beasiswa untuk Pelajar SMK Pertanian

Dalam kesempatan yang sama, PG juga menyalurkan Beasiswa Petani Muda kepada 50 pelajar kelas XII SMK jurusan pertanian dari 28 sekolah berakreditasi A di Jawa Timur. Program ini ditujukan untuk mendorong minat generasi muda terhadap dunia agripreneur dan pertanian modern.

Baca Juga :  PG Kembali Raih Platinum Rank di Ajang ASRRAT 2023

Para penerima telah melewati proses seleksi ketat, mulai dari administrasi hingga ujian tertulis secara daring. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp500.000 per bulan selama setahun, dengan total beasiswa senilai Rp6 juta.

“Regenerasi petani menjadi hal krusial. Lewat program ini, kami ingin membuka mata generasi muda bahwa pertanian adalah sektor masa depan,” jelas Daconi.

Program beasiswa ini sudah berjalan sejak 2022, dan hingga kini telah menjangkau 200 pelajar. Menurut Daconi, inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang turut hadir dalam PAE 2025, menyampaikan apresiasinya terhadap event ini dan program beasiswa yang diberikan.

“PG tidak hanya bicara produksi, tapi juga regenerasi. Ini penting untuk mendorong pertanian yang lebih maju, modern, dan produktif,” ujarnya.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.