Jatim-Jepang Perluas Kolaborasi, Fokus ke Bencana dan Pengembangan SDM

oleh -902 Dilihat
oleh
Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu berbincang dengan Gubernur Khofifah usai melakukan pertemuan di Geudng Negara Grahadi, Senin (28/7/2025).

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memperkuat kerja sama antara Jawa Timur dan Jepang, khususnya dengan Prefektur Osaka. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan keterampilan menghadapi bencana, mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire.

“Kami terus mendorong peningkatan skill penanggulangan bencana karena risiko di wilayah ini sangat tinggi,” ujar Khofifah usai pertemuan dengan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, di Gedung Negara Grahadi, Senin (28/7/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi dukungan Pemerintah Jepang yang sudah berlangsung sejak dirinya menjabat Menteri Sosial RI, terutama dalam hal pelatihan kebencanaan yang kini dilanjutkan di Jawa Timur.

Selain isu kebencanaan, Khofifah menyoroti pentingnya beasiswa, pelatihan, dan short course di berbagai bidang guna menunjang peningkatan kualitas SDM.

“Beasiswa dan pelatihan di sektor apa pun sangat penting bagi peningkatan daya saing SDM Jatim,” tegasnya.

Sejak 1984, Jawa Timur dan Prefektur Osaka telah menjalin kerja sama sebagai Sister Province yang mencakup berbagai sektor strategis seperti perdagangan, pendidikan, industri, budaya, dan pengembangan SDM. Khofifah menyebut hubungan ini terjaga dengan baik, termasuk komunikasi aktif antara Konjen Jepang dan berbagai organisasi sosial serta keagamaan di Jawa Timur.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari babak baru yang lebih erat dan saling menguntungkan,” tambahnya.

Konsul Jenderal Takonai Susumu menyambut baik peluang kerja sama lanjutan, terutama di bidang ketenagakerjaan. Ia mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pekerja asal Jawa Timur di Jepang.

“Banyak warga Jawa Timur kini bekerja di Jepang, dan jumlahnya terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Jepang masih membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia, khususnya di sektor pertanian, perawatan lansia, dan manufaktur, yang mengalami kekurangan pekerja lokal.

Baca Juga :  Penuhi Hak dan Perlindungan Anak, Pemprov Jatim Target Awal 2021 Realisasikan Berdirinya APSAI

“Kami ingin kerja sama ini berlanjut dan bermanfaat bagi kedua pihak,” kata Takonai.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM Jawa Timur akan menjadi bagian penting dari pembahasan kerja sama ke depan. (FRI)