ASDP Kerahkan Kapal Tambahan Atasi Antrean Truk di Pelabuhan Ketapang

oleh -4143 Dilihat
oleh
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Banyuwangi — PT ASDP Indonesia Ferry mengerahkan kapal bantuan berukuran besar ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, guna mengurai antrean panjang kendaraan logistik yang hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Kapal perbantuan KMP Gading Nusantara, milik anak usaha ASDP, PT Jembatan Nusantara, dijadwalkan melakukan uji sandar pada Minggu (27/7/2025). Kapal ini sebelumnya melayani rute Padangbai (Bali) – Lembar (Lombok), dan kini diperbantukan di lintasan padat Ketapang–Gilimanuk.

“Dengan kapasitas angkut hingga 30 truk tronton, KMP Gading Nusantara diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik lintas Jawa–Bali,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin dalam keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

Kapal ini diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (26/7) dan telah mengantongi izin dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Kondisi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang kini berangsur normal. “Sempat mencapai 30 kilometer, kini antrean tinggal sekitar 1,3 hingga 2 kilometer dari pelabuhan,” ungkap Shelvy.

Truk logistik juga telah dialihkan ke kantong parkir Bulusan sebagai langkah antisipasi.

Kehadiran KMP Gading Nusantara melengkapi armada kapal besar lain yang lebih dulu diperbantukan, seperti KMP Portlink VII. Sementara itu, kapal eks LCT tetap beroperasi dengan pengawasan ketat sesuai ketentuan keselamatan dari Ditjen Perhubungan Laut.

“Kapal jenis LCT hanya boleh mengangkut maksimal enam truk tronton tanpa penumpang umum. Dua awak kendaraan wajib mengenakan jaket pelampung selama pelayaran,” jelas Shelvy.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 26 kapal aktif melayani rute Ketapang–Gilimanuk. Sebanyak 19 kapal beroperasi di Dermaga Moveable Bridge (MB), sedangkan tujuh kapal lainnya di Dermaga LCM, dengan rata-rata delapan trip per hari.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan, menyebut kapal-kapal di Dermaga LCM difokuskan melayani truk bertonase lebih dari 35 ton. “Ini untuk mencegah penumpukan muatan dan memastikan distribusi logistik lebih merata,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Ipuk Minta Dukungan BNN Pusat untuk Pembentukan BNN Banyuwangi

ASDP juga mempercepat proses bongkar muat dan mengatur jadwal kapal berdasarkan jenis kendaraan guna menjaga kelancaran arus logistik di puncak kepadatan arus barang Jawa–Bali. (cit)