Tasyakur Milad ke-50, MUI Bondowoso Diharapkan Terus Jadi Penjaga Moral dan Perekat Umat

oleh -612 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso menggelar acara Tasyakur Milad Setengah Abad sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 50 tahun lembaga ini dalam membina umat dan mendampingi pemerintah daerah. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari unsur pemerintah, ulama, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bondowoso As’at Yahya Syafi’i, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, Ketua PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam, dan Ketua MUI KH. Asy’ari Fasya, Lc., beserta jajaran pengurusnya. Hadir pula para sesepuh, alim ulama, habaib, kyai, ustadz-ustadzah, pimpinan pondok pesantren, pimpinan majelis taklim, serta perwakilan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso As’at Yahya Syafi’i menyampaikan apresiasi atas dedikasi MUI dalam lima dekade terakhir. Menurutnya, MUI telah berperan besar sebagai rujukan umat dalam menjawab tantangan zaman.

“Lima puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah capaian luar biasa yang patut kita syukuri. MUI telah menjadi rujukan umat dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial, budaya, dan kebangsaan,” ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Ia juga menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi, munculnya paham-paham menyimpang, dan menguatnya polarisasi sosial, peran ulama semakin krusial.

“Saya berharap MUI terus memperkuat perannya sebagai perekat umat dan penjaga moral bangsa. Pemerintah Kabupaten Bondowoso siap bersinergi untuk membangun kehidupan umat yang sejuk, moderat, dan toleran,” tambahnya.

Momentum Milad ke-50 ini menjadi refleksi perjalanan panjang MUI Bondowoso dalam mengawal nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus titik tolak untuk memperkuat kontribusi di masa mendatang.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh para ulama, sebagai simbol harapan agar MUI tetap menjadi pelita bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, serta terus menguatkan peran strategisnya bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan daerah.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.