KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 1.037 pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis (24/7/2025), dan dipimpin langsung oleh Ketua DPD HKTI Jatim, H.M. Arum Sabil.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda, menandai dukungan pemerintah terhadap penguatan kelembagaan petani di daerah.
Ribuan pengurus hadir mengenakan seragam putih, celana hitam, dan kopyah. Mereka berbaris tertib sambil membawa bendera Merah Putih sebagai simbol komitmen nasionalisme dan pengabdian di sektor pertanian. Dalam prosesi, Arum Sabil membacakan Surat Keputusan pengesahan seluruh pengurus cabang.
Di hadapan peserta, Arum menegaskan semangat pengabdian para pengurus. Seruan “Siap bersedia!” dan “Setuju!” menggema ketika ia menanyakan kesediaan mereka untuk memajukan HKTI dan memperjuangkan kesejahteraan petani.
“HKTI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai gerakan yang menjawab tantangan pertanian modern dengan inovasi dan kolaborasi,” tegas Arum dalam sambutannya, Kamis (24/7/2025).

Gubernur Khofifah mengapresiasi antusiasme para pengurus baru. Ia menekankan peran strategis HKTI sebagai mitra dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“HKTI punya posisi penting dalam mengawal swasembada pangan. Apalagi Jawa Timur sedang disiapkan sebagai provinsi percontohan untuk swasembada gula,” ujar Khofifah.
Ia menyebut, pemerintah pusat telah menyiapkan program bongkar ratoon untuk 100.000 hektare lahan tebu nasional, di mana 70.000 hektare di antaranya berada di Jawa Timur. Program ini bertujuan mengganti tebu lama dengan bibit unggul demi peningkatan produktivitas.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan penanaman simbolis tanaman Indigofera di halaman Kantor Gubernur, yang juga dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota dan disiarkan melalui Zoom. Indigofera dikenal sebagai tanaman hijauan unggul untuk mendukung sektor peternakan dan pertanian berkelanjutan.
Atas kegiatan tersebut, HKTI Jatim dan Gubernur Khofifah menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori “Penanaman Indigofera Serentak di Lokasi Terbanyak.”
“Penghargaan ini bukan soal rekor, tapi soal komitmen HKTI untuk pertanian terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Arum.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi petani di Jawa Timur. Dengan kepengurusan baru dan dukungan pemerintah, HKTI diharapkan mampu memperkuat daya saing pertanian daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjawab tantangan globalisasi pangan. (FRI)
