KILASJATIM.COM, Bondowoso – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 3 Bondowoso tahun ini berlangsung dengan cara yang unik, edukatif, dan penuh makna kebangsaan. Mengusung semangat kolaborasi, kegiatan MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga sejarah lokal, nilai budaya, dunia kerja, hingga isu-isu sosial yang relevan di kalangan remaja.
Kepala SMPN 3 Bondowoso, Elok Riskiyah, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini dirancang untuk menjadi ruang pembelajaran lintas pengalaman bagi para siswa baru. “Tak hanya sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini menjadi ruang pembelajaran lintas pengalaman, menanamkan rasa syukur, hormat pada leluhur, dan cinta tanah kelahiran,” ujarnya.
Sejak hari pertama, sebanyak 224 siswa baru diajak ziarah ke Makam Ki Ronggo, tokoh pendiri Bondowoso, untuk mengenang jasa-jasa leluhur. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi para siswa untuk bersyukur atas perjuangan para pendahulu mereka.
“Ziarah ke Makam Ki Ronggo bukan sekadar kunjungan, tapi juga untuk menanamkan rasa hormat dan cinta kepada tanah kelahiran,” imbuh Elok.
Ketua Panitia MPLS, M. Hamid Trisno, menyebutkan, kegiatan MPLS tahun ini melibatkan 28 instansi pemerintah, lembaga keuangan, hingga kepolisian, yang semuanya berperan mengenalkan dunia kerja dan isu sosial kepada para siswa.
“Dari makam Ki Ronggo, anak-anak kita ajak naik kereta mini wisata menuju berbagai instansi. Ini kolaborasi dengan 28 lembaga berbeda,” jelas Hamid.
Dalam kegiatan yang dibagi menjadi delapan sesi kunjungan ini, para siswa terbagi dalam 28 kelompok untuk mengunjungi kantor-kantor pemerintahan seperti Kejaksaan Negeri, Diskoperindag, kantor kecamatan, kelurahan, hingga perbankan dan pegadaian.
“Tujuannya agar siswa sejak dini mengenal dunia kerja dan mulai menyusun arah masa depan mereka. Cita-cita mereka kan jadi pemimpin masa depan,” tambah Hamid.
Selain pengenalan lingkungan dan dunia kerja, MPLS SMPN 3 Bondowoso juga mengedukasi para siswa mengenai isu-isu sosial yang tengah marak di kalangan remaja, seperti bahaya narkoba, judi online, HIV/AIDS, dan LGBT. Materi ini disampaikan dengan melibatkan pihak kepolisian dan guru bimbingan konseling.
“Kami tekankan juga pentingnya komunikasi rutin antara guru BK dan orang tua untuk memantau perkembangan siswa,” ujar Hamid.
MPLS yang berlangsung sejak Senin ini akan ditutup pada Sabtu mendatang dengan kegiatan malam keakraban. Dalam penutupannya, para orang tua siswa akan dilibatkan untuk memasak dan makan bersama dengan anak-anak mereka.
“Pesan penting dari MPLS ini adalah bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga tanggung jawab bersama antara masyarakat dan keluarga,” pungkas Hamid.(wan)




