KILASJATIM.COM, Surabaya – Pasca berhasil mendeteksi secera jelas bangkai KMP Tunu Prtama di dasar laut. Muncul dugaan ada korban yang terjebak di bangkai yang ditemukan terbalik di kedalaman 50 meter.
“Ada kemungkinan korban dibawah (terjebak),” kata Kombes Pol Arman Asmara Direktur Polisi Air (Dirpolair) Polda Jawa Timur, Selasa (15/7/2025).
Menurut Arman, bangkai KMP Tunu Pratama bergeser 3 kilomter dari titik lokasi kecelakaan kapal.
“Berdasarkan pemantauan ROV (Remotely Operated Vehicle) bangkai KMP Tunu bergeser sekitar 250 meter setiap harinya akibat terseret arus di Selat Bali,” ungkapnya.
Kini, pihaknya bersama Polresta Banyuwangi tengah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan terhadap puluhan korban selamat serta anak buah kapal.
“Kami kedepankan kriminal berbasis ilmiah atau scientific crime investigation (SCI) dalam penyelidikan tenggelamnya KMP Tunu Pratama,” imbuhnya.
KMP Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) pukul 23.35 WIB. Dalam insiden itu KMP Tunu Pratama Jaya membawa 53 penumpang dan 12 kru yang terdata di dalam manifes. Namun diduga masih ada puluhan korban lainnya di luar data manifes.
Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih tetap melanjutkan pencarian korban tenggelamnya kapal di Selat Bali serta berupaya melakukan pengangkatan bangkai kapal untuk mengungkap kandasnya KMP Tunu Pratama. (cit)




