Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo Mulai Dibuka, 100 Siswa Mulai Belajar dan Tinggal di Asrama

oleh -1372 Dilihat
oleh
Foto: Gubernur Khofifah menyapa siswa Sekolah Rakyat jenjang SD di Kota Probolinggo, Senin (14/7/2025).

KILASJATIM.COM, Probolinggo – Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kota Probolinggo resmi memulai kegiatan belajar dan tinggal di asrama, Senin (14/7/2025). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama sekolah yang juga menjadi momentum penyaluran bantuan pendidikan dan sosial.

SR Probolinggo merupakan bagian dari 12 titik Sekolah Rakyat tahap 1A yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan pendekatan pendidikan berbasis asrama.

“Dengan sistem asrama, pembentukan karakter bisa lebih terpantau. Ada wali asuh dan wali asrama yang menyatu dalam proses pendidikan. Ini penting untuk menumbuhkan kedisiplinan dan nilai hidup siswa,” ujar Khofifah usai meninjau sekaligus membuka SR di Kota Probolinggo.

Sekolah Rakyat di Probolinggo terdiri dari dua jenjang, SMP dan SMA, masing-masing dengan satu rombongan belajar berisi 25 siswa. Total siswa yang sudah memulai MPLS di seluruh Jatim berjumlah 1.180 dari 1.183 anak yang terdaftar—tiga siswa absen karena sakit dengan keterangan resmi.

Khofifah menyebut program ini akan berjalan dalam tiga gelombang: tahap 1A yang dimulai hari ini, disusul tahap 1B pada 19 Juli, dan 1C pada September 2025. Pendaftaran tambahan masih memungkinkan, tergantung kapasitas kelas dan asrama.

Lebih dari sekadar pendidikan formal, SR juga memberi ruang untuk penguatan nilai religius dan spiritual, termasuk pelatihan menghafal Al-Qur’an. “Cara paling efektif memutus mata rantai kemiskinan adalah lewat pendidikan. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyerahkan bantuan sosial senilai Rp2,23 miliar berupa 100 pasang sepatu dan 100 perlengkapan sekolah untuk siswa SR.

Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, mengapresiasi keterlibatan lintas sektor, termasuk dari Pemkot Probolinggo. “Perhatian Ibu Gubernur sangat besar terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak. Bantuan ini sangat berarti untuk mendorong mereka belajar lebih semangat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejar Capaian Angka Stunting 14 Persen 2024, Khofifah Ajak Masyarakat Jadi Orangtua Asuh untuk Asupan Gizi Bagi Balita

Salah satu siswa, Sugita Wanita Apsari, mengaku sangat bersyukur bisa bersekolah dan tinggal di asrama tanpa biaya. “Saya anak yatim. Bersyukur sekali bisa sekolah gratis. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu,” ucapnya penuh haru.

Program Sekolah Rakyat menjadi terobosan Pemprov Jawa Timur untuk menyediakan pendidikan berkualitas yang inklusif. Dengan sistem boarding school, program ini menyiapkan siswa tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara karakter. (FRI)