Adinda Ubah Limbah Jadi Kursi Artistik, Industri Duma Terpikat

oleh -286 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Kreativitas dan kepedulian lingkungan berpadu dalam karya Adinda Nurfadillah, mahasiswa program Interior Architecture Universitas Ciputra (UC), yang berhasil mengolah limbah lantai dek berbahan polimer menjadi satu set kursi living room bergaya kontemporer nan estetik. Proyek tugas akhir ini langsung menarik perhatian industri, termasuk produsen material Duma yang limbahnya digunakan dalam desain tersebut.

Dengan pendekatan desain ergonomis dan estetika modern, Adinda menyusun potongan-potongan sisa lantai dek yang tidak lolos sortir pabrik menjadi pola simetris yang artistik. Gaya Jengki kontemporer yang ia pilih menghasilkan produk yang tidak hanya nyaman dan kokoh, tetapi juga unik secara visual dan memiliki nilai ekonomi.

Langkah inovatif Adinda menjadi respons konkret atas tantangan pengelolaan limbah padat industri di Indonesia. Data KLHK mencatat lebih dari 67 juta ton limbah dihasilkan setiap tahun, di mana limbah non-organik dari sektor industri seperti polimer masih belum banyak dimanfaatkan secara kreatif.

“Adinda tak hanya menyelesaikan tugas akhir, tapi juga merespons isu lingkungan lewat desain berkelanjutan. Ini kontribusi nyata terhadap SDGs, khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab,” terang Dr.Sn. Tri Noviyanto P. Utomo, S.Sn., M.MT., dosen pembimbing yang akrab disapa Tommy.

Karya Adinda juga mendapat apresiasi langsung dari industri. Pihak Duma mengunjungi pameran karya di lantai 19 kampus UC untuk melihat langsung hasil desain yang memanfaatkan limbah produk mereka. “Kami bangga limbah kami bisa diubah jadi sesuatu yang bernilai. Ini bukti bahwa inovasi bisa mengurangi limbah,” kata perwakilan Duma.

Lebih dari sekadar tugas akhir, karya ini menjadi representasi visi Universitas Ciputra dalam membentuk mahasiswa yang berpikir kreatif, berjiwa wirausaha, dan peduli sosial. Kolaborasi antara dunia akademik dan industri ini diharapkan membuka jalan menuju produksi massal berbasis daur ulang dan pembangunan ekosistem desain yang lebih bertanggung jawab.(tok)

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Blitar Dimulai