KILASJATIM.COM, Surabaya – Surabaya kembali jadi pusat perhatian pecinta hiburan! Akhir pekan kemarin, Halu Fest Vol. 2 sukses mengguncang Lapangan Parkir Timur Surabaya Plaza, menyuguhkan pesta musik dan hiburan dua hari berturut-turut, pada Sabtu- Minggu (5-6) lalu.
Dengan deretan artis papan atas, dari Yura Yunita, Dikta Wicaksono, NDX AKA, hingga Guyon Waton, suasana konser berubah menjadi lautan euforia. Setiap lagu yang dibawakan disambut teriakan histeris dan paduan suara ribuan penonton yang ikut bernyanyi.
“Ini gila sih! Dari awal sampai akhir full energi. Pas Yura tampil, bener-bener merinding bareng semua orang,” ujar Nina (21), salah satu pengunjung asal Sidoarjo.
Tak hanya musik, Halu Fest juga menyuguhkan aksi panggung unik seperti komedi dari Dodit and The Band, serta pertunjukan DJ yang membuat suasana makin meriah menjelang malam. Genre lintas batas yang ditampilkan membuat festival ini terasa segar dan tidak monoton.
“Di sini nggak cuma buat penikmat pop atau dangdut. Semua bisa enjoy mau dance, ketawa, makan, semuanya ada,” ungkap Rian (24), pengunjung lainnya.
Area kuliner pun jadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa mencicipi jajanan kekinian dari tenant-tenant lokal sambil menikmati penampilan panggung. Kombinasi musik, makanan, dan atmosfer meriah menjadikan Halu Fest bukan sekadar konser, tapi pengalaman hiburan total.

Promotor Halu Music Festival, Robert Filipus, mengatakan konsep festival ini memang dirancang untuk memberikan pelarian dari rutinitas yang seru dan menyenangkan bagi anak muda. “Halu Fest itu ajang untuk ‘berhalu ria’. Kita mau semua orang datang ke sini, dan pulang dengan mood yang lebih bahagia,” jelasnya.
Dengan kesuksesan tahun ini, Halu Fest digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon festival musik anak muda di Jawa Timur, bahkan nasional. Robert pun mengungkap rencana untuk membawa festival ini ke kota lain.
“Next stop? Bisa jadi Jakarta, Bandung, atau Malang tapi Surabaya tetap rumahnya Halu Fest. Dengan konsep unik yang memadukan hiburan lintas genre, Halu Fest Vol. 2 menjadi bukti bahwa Surabaya terus berkembang sebagai kota kreatif dan ramah generasi muda. Dua hari penuh tawa, nada, dan cita rasa ini menjadi ruang ekspresi, pelarian dari rutinitas, dan tentunya momentum bahagia bagi mereka yang ingin tumbuh sambil ber-halu ria,” tutup Robert.(kar)




