Dari Pasuruan ke Meksiko: Ekspor Benih Jagung Hibrida Tebas Pascalingkup Global Advanta

oleh -1447 Dilihat

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Benih jagung produksi PT Advanta Seeds Indonesia di Pasuruan, menembus pasar ekspor Amerika Latin yakni ke Meksiko. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 574 ton benih jagung hibrida telah dikirimkan ke Meksiko dan Thailand. Ekspor ke Meksiko ini menjadi salah satu pengakuan terhadap kualitas benih lokal yang mampu bersaing di pasar global.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa benih jagung yang diproduksi di pabrik Advanta Pasuruan telah memenuhi standar mutu internasional. Negara tujuan seperti Meksiko dikenal memiliki regulasi agrikultur yang ketat, khususnya dalam hal pengadaan benih. Fakta bahwa benih dari Indonesia dapat diterima di sana menunjukkan daya saing dan kredibilitas industri benih nasional.

“Ekspor ke Meksiko jadi bukti bahwa benih dari Indonesia bisa memenuhi standar global. Ini bukan sekadar soal volume, tapi soal kepercayaan terhadap kualitas,” ujar Dina Novitasari, Corporate Affairs and Sustainability Lead PT Advanta Seeds Indonesia pada acara Export Release Ceremony Benih Jagung Advanta ke Meksiko di Pasuruan, Jumat (4/7/2025).

Benih yang diekspor berasal dari pabrik Advanta di Pasuruan, yang menjadi pusat produksi dengan dukungan teknologi pemuliaan mutakhir. Produksi dilakukan melalui kemitraan bersama lebih dari 35.000 petani kecil yang tersebar di Jawa dan Nusa Tenggara Barat.

Kemitraan ini tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga menyasar pemberdayaan petani secara menyeluruh. Advanta mengintegrasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dalam setiap proses—mulai dari peningkatan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih tinggi dan stabil, pelibatan aktif perempuan dalam rantai produksi, hingga regenerasi petani lewat dukungan pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda.

Selain itu, riset dan pengembangan benih juga diarahkan pada ketahanan pangan. Advanta telah mengembangkan benih sorghum dan jagung tahan kekeringan yang dirancang untuk lahan marginal dan kondisi iklim ekstrem.

Baca Juga :  24 Ribu Siswa SMP di Banyuwangi Ikuti TKA, Pemkab Pastikan Kesiapan Ujian

Keberhasilan menembus pasar Meksiko membuka peluang ekspansi ke negara lain di Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Advanta optimistis Indonesia bisa menjadi pemain utama di industri benih global, asalkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas petani terus diperkuat.

“Kami akan terus memperluas riset dan kemitraan strategis untuk mendukung pertanian Indonesia agar bisa tumbuh bersama pasar global,” tambah Dina.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, menyambut baik pencapaian ini. Ia mengatakan penggunaan benih unggul seperti yang dikembangkan Advanta sangat penting untuk meningkatkan produktivitas.

Dijelaskan Lilik, sektor jagung di Pasuruan memang memiliki potensi besar, dengan luas panen tahun 2024 mencapai 41.925 hektare. “Produktivitas rata-rata saat ini sekitar 6,63 ton per hektare, dengan total produksi mencapai 277.334 ton. Kalau teknik budidayanya tepat—baik dosis, waktu, maupun penempatannya—saya yakin bisa naik ke 7 atau bahkan 8 ton per hektare,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa potensi petani di Pasuruan untuk menjadi penangkar benih sangat besar. Pemerintah daerah kini tengah memetakan lahan dan kelompok tani yang siap berperan. Salah satu program yang mendukung hal ini adalah Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) dari Kementerian Pertanian RI, yang telah berjalan di Kecamatan Wonorejo dan Sukorejo. (den)

No More Posts Available.

No more pages to load.