Prof. Syahrul Borman: Modernisasi Hukum Acara MK, Mendesak

oleh -488 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Prof. Dr. M. Syahrul Borman, S.H., M.H., Kamis (3/7/2025) resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Acara Mahkamah Konstitusi (MK) di Fakultas Hukum. Acara pengukuhan digelar di Auditorium Ki Mohammad Saleh, Gedung F Kampus Unversitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Syahrul menyuarakan pentingnya modernisasi Hukum Acara MK, terutama menyangkut ketentuan waktu penyelesaian sengketa hasil pemilu dalam UU No. 24 Tahun 2003. Ia menilai, batas waktu 3×24 jam untuk mendaftarkan permohonan dan 14 hari bagi MK untuk memutus sengketa tidak memberikan ruang bagi pencapaian keadilan substantif.

“Dengan waktu yang sangat terbatas, hakim-hakim MK terpaksa hanya fokus pada selisih suara. Padahal yang lebih penting adalah menilai proses di balik perolehan suara tersebut,” tegasnya. Syahrul bahkan menyebut waktu sebagai “hakim tak terlihat” yang berpotensi menjadikan MK hanya sebagai “Mahkamah Kalkulator”, julukan kritis yang kerap disuarakan oleh para ahli hukum tata negara.

Ia mengusulkan agar masa pendaftaran sengketa diperpanjang menjadi dua minggu, dan masa persidangan menjadi 6–7 bulan, tanpa mengganggu jadwal pelantikan presiden yang ditetapkan KPU. “Ini akan memberikan ruang lebih luas bagi keadilan substansial tanpa mengorbankan kepastian hukum,” tandasnya.

Upacara pengukuhan dipimpin oleh Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., yang juga merupakan istri dari Prof. Syahrul. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), civitas akademika, serta tamu dari kalangan akademisi dan praktisi hukum. Turut hadir mantan Menkopolhukam Prof. Dr. Mahfud MD, yang merupakan kakak kandung Siti Marwiyah.

Dengan pengukuhan ini, Prof. Syahrul menjadi guru besar ke 24 di Unitomo, memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong perubahan hukum dan demokrasi di Indonesia.(tok)

Baca Juga :  Jatim Pimpin Perolehan Medali Nasional, Khofifah: Bukti Ekosistem Pendidikan Tumbuh Sehat