Enceng Gondok Jadi Solusi: Telkom University dan Masyarakat Pepelegi Ciptakan Alat Produksi Pupuk

oleh -281 Dilihat

University Kampus Surabaya gandeng warga Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo, pada Minggu (22/6/2025), melakukan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas). (ist/dok)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Telkom University Kampus Surabaya turum lapangan  melakukan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas) di Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo, pada Minggu (22/6/2025), bersamaan  dengan kegiatan kerja bakti warga sekitar. Bertemakan “Pembuatan Alat Produksi Pupuk dari Enceng Gondok”, kegiatan ini bertujuan memberikan solusi inovatif atas permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.

 Dr. Abduh Sayid Albana, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., pemimpin kegiatan menyampaikan pihaknya  ingin memperlihatkan bagaimana teknologi sederhana sekalipun bisa memberikan dampak besar jika diterapkan dengan tepat sasaran.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung, mereka diajak memahami pentingnya pendekatan sosial dalam penerapan teknologi. Mahasiswa dilibatkan dalam pemetaan kebutuhan warga, pengujian alat, serta pelatihan penggunaan yang dapat dimengerti oleh masyarakat,” ujar Dr. Abduh Sayid Albana didampingi oleh dosen Aufar Fikri Dimyati, S.T., M.T., dan Dr. Erly Ekayanti Rosyida, S.T., M.T.

Kegiatan ini juga  menggandeng mahasiswa dari program studi Teknik Industri dan Teknik Logistik yang turut serta dalam proses perancangan dan pengembangan alat produksi pupuk.

Enceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma pengganggu di saluran air Desa Pepelegi, kini disulap menjadi sumber daya bernilai tinggi melalui pembuatan pupuk organik. Tanaman ini sebelumnya menyebabkan pendangkalan sungai dan menurunkan kualitas ekosistem perairan, namun kini dimanfaatkan menjadi pupuk ramah lingkungan untuk mendukung pertanian lokal.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, khususnya para bapak-bapak yang turut serta secara langsung dalam proses perakitan alat. Partisipasi aktif warga menunjukkan kepedulian besar terhadap permasalahan lingkungan sekaligus minat mereka terhadap inovasi teknologi tepat guna. Warga diperkenalkan dengan cara kerja alat produksi pupuk, yang dirancang untuk mengolah enceng gondok menjadi pupuk organik secara praktis dan efisien.

Baca Juga :  Telkom University Kampus Surabaya Gelar Workshop Digital Marketing Sasar UMKM Bubutan

Secara sederhana, alat pencacah digunakan untuk mencacah eceng gondok yang telah dikumpulkan dimana eceng gondok akan dimasukkan ke dalam mesin cacah dan kemudian di tampung ke dalam tabung komposter yang telah diberi katalisator. Setelah eceng gondok dikumpulkan, akan ditutup dan disimpan selama kurang lebih 7 hari. Air endapan kompos kemudian di ambil sebagai pupuk untuk tanaman.

Mesin pencacah sendiri menggunakan bahan bakar pertalite agar alat bisa dioperasikan dimana saja, serta memiliki kapasitas produksi 10 liter eceng gondok per menit. Proses ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal dan berdampak negatif terhadap tanah.

Lebih dari itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan memanfaatkan limbah alami seperti enceng gondok menjadi produk ramah lingkungan; SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengurangan penggunaan pupuk kimia dan peningkatan kesuburan tanah secara alami; SDG 15 Ekosistem Daratan, dengan menjaga kualitas lahan pertanian melalui praktik berkelanjutan; dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan menjalin kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.

Telkom University Kampus Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat mampu mengubah tantangan menjadi solusi produktif yang mendorong keberlanjutan dan kemandirian lokal. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.