IBI Jatim Serukan Peningkatan Kompetensi Bidan Tekan AKI, AKB, dan Stunting

oleh -361 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Seruan peningkatan kompetensi bidan sebagai langkah strategis menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Jawa Timur digaungkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur memperingati HUT ke 74 sekaligus perayaan International Day of the Midwife.

Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., Bdn., MM., MKM, menegaskan pentingnya peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Menurutnya, bidan harus mampu memberikan pelayanan yang komprehensif, memberdayakan masyarakat, serta mendukung program pemerintah dalam menurunkan AKI, AKB, dan stunting. “Peningkatan kompetensi menjadi kunci untuk mencapai tujuan besar tersebut,” tegas Ade Jubaedah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr. Waritsah Sukarjiyah, menekankan bahwa bidan merupakan ujung tombak dalam menjawab tantangan kesehatan, terutama dalam layanan antenatal care, pendampingan persalinan, serta edukasi masyarakat. “Sesuai Renstra, tenaga kesehatan, terutama bidan, harus adaptif dan partisipatif dalam setiap pelayanan,” ujar dr Waritsah Sukarjiyah.

Sementara itu, Ketua IBI Jatim, Siti Maimunah, menuturkan bahwa saat ini seluruh pengurus cabang di 38 kabupaten/kota terus mendorong peningkatan kualifikasi bidan, khususnya dalam mencapai target 90% bidan berpendidikan profesi. “Penguatan kapasitas melalui pelatihan, seminar, dan workshop menjadi fokus utama agar bidan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Siti Maimunah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Sulianah, menambahkan bahwa peringatan ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan momentum bagi para bidan untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

Puncak peringatan ini digelar akhir pekan lalu di Hotel Mercure Surabaya, mengusung tema: Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Krisis, Menuju Indonesia Emas 2045.(tok)