UNIPA Surabaya Gelar Cipta Karya, Paradox City of Soerabaja” Inovasi Busana Urban-Etnik

oleh -417 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sentuhan etnik yang berpadu dengan nuansa urban masa kini hadir memukau dalam Gelar Cipta Karya Tata Busana yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya, Minggu ( 29/6/2025) di Ballroom Hotel Mercure Surabaya.

Mengangkat tema “Paradox City of Soerabaja”, ajang tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1987 ini menjadi panggung kreativitas mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman melalui karya busana. Tema tersebut merepresentasikan dualitas Surabaya sebagai kota dengan warisan sejarah yang kental namun terus bertransformasi menjadi pusat urban modern. Perpaduan antara budaya lokal dan ekspresi global ini menjadi inspirasi utama bagi para desainer muda UNIPA dalam menciptakan koleksi fashion yang orisinal, berani, dan penuh makna.

“Pesan yang ingin disampaikan pada parade fashion show Paradox City of Surabaya adalah bahwa kota Surabaya memiliki sejarah dan budaya yang kaya dan kompleks, yang dapat diinterpretasikan dan diapresiasi melalui seni dan desain,” ujar Salsabila Nur Aini, selaku ketua pelaksana.

“Melalui perpaduan nilai-nilai tradisional dan sentuhan modern, acara ini ingin menunjukkan bagaimana sejarah dan budaya dapat menjadi inspirasi bagi kreativitas dan inovasi. Karya-karya yang kami tampilkan hari ini merupakan interpretasi visual dari sejarah panjang Kota Surabaya—dari masa penjajahan, semangat perjuangan, keberagaman etnis, hingga wajah modern yang dinamis dan penuh warna,” lanjutnya.

Tak hanya memukau secara visual, acara ini juga menjadi wadah pengembangan keterampilan profesional mahasiswa. Para finalis diminta mempresentasikan filosofi desain mereka di hadapan juri dan penonton, melatih kemampuan komunikasi, storytelling, hingga personal branding.

“Pagelaran ini ditujukan salah satunya adalah untuk memberitahu pada orang tua mahasiswa dan masyarakat luas bahwa mahasiswa sudah sangat siap terjun di dunia fashion,” ujar Agus Ridwan, selaku dosen pembimbing mata kuliah Gelar Cipta Karya Tata Busana.

Baca Juga :  Momen Lebaran Berasa Lengkap Jika Beli Baju Baru di Sini!  "Kembali ke Matahari"  Hidupkan Lagi Tradisi Keluarga Indonesia

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar soal estetika, tetapi juga bagaimana merespons isu sosial dan budaya lewat desain. Ini menjadi bentuk pembelajaran langsung yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

UNIPA Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tak hanya fokus pada kemampuan teknis, namun juga menumbuhkan kepekaan budaya, daya analisis, serta keberanian berkarya di tengah perubahan zaman.

Gelar Cipta Karya Tata Busana tahun ini pun menjadi bukti bahwa dunia mode tak melulu soal tren, melainkan juga ruang dialog antara masa lalu dan masa depan, antara lokalitas dan globalisasi — semua diwujudkan dalam busana.

Acara ditutup dengan antusiasme tinggi dari para penonton, tamu undangan, serta pelaku industri kreatif. Panggung Paradox City of Soerabaja bukan hanya sekadar pertunjukan mode, melainkan perayaan semangat muda yang menjadikan sejarah dan budaya sebagai energi untuk berinovasi dan berkarya. (nov)