Puncak Gunung Semeru Diguyur Hujan 5 Jam, Warga Diminta Waspada Potensi Lahar Dingin

oleh -621 Dilihat

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan terjadinya banjir lahar hujan selama lebih dari lima jam pada Jumat malam (27/6/2025). Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menjadi pemicu utama peristiwa tersebut.

“Berdasarkan data kegempaan, tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 20 mm dan durasi mencapai 19.800 detik atau sekitar 5,5 jam,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan resmi yang diterima Sabtu (28/6).

Selama periode pemantauan 24 jam pada Jumat (27/6), aktivitas Semeru terbilang intens. Tercatat 36 kali gempa letusan dengan amplitudo antara 10–22 mm dan durasi 62–205 detik, serta tujuh kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–8 mm dan durasi 42–91 detik. Selain itu, terdeteksi dua kali gempa harmonik dan satu kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, pengamatan terhadap gunung cukup terbatas karena kabut tebal. “Gunung Semeru tertutup kabut level 0-II hingga 0-III. Asap kawah tidak teramati, cuaca mendung hingga hujan, dan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut,” jelas Mukdas.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun mengeluarkan beberapa rekomendasi keselamatan:

Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 km dari puncak.

Di luar radius tersebut, masyarakat diminta tidak mendekati sempadan sungai sejauh 500 meter karena potensi perluasan awan panas dan lahar bisa mencapai jarak 13 km dari pusat erupsi.

Dilarang berada dalam radius 3 km dari kawah karena berisiko terkena lontaran batu pijar.

Pihkanya juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan banjir lahar, khususnya di sepanjang sungai-sungai besar seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.