Foto dok
KILASJATIM.COM, Surabaya – Seorang jemaah haji asal Surabaya, Adjar Marsudi (77), yang sempat dilaporkan hilang sejak 7 Juni 2025 di Mina, Arab Saudi, ditemukan meninggal dunia 11 hari kemudian. Jenazahnya ditemukan sekitar delapan kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat.
Diduga, Adjar meninggal dunia karena sakit yang berkaitan dengan kondisi fisiknya sebagai lanjut usia. Pihak Kementerian Agama menyatakan cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah menjadi faktor yang berisiko tinggi bagi jemaah lansia.
“Jemaah kita banyak yang lanjut usia. Sementara kondisi suhu di Arab Saudi sangat tinggi dan padat aktivitas,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).
Bahtiar menyatakan, meski Adjar sempat dilaporkan hilang cukup lama, pihaknya bersyukur jenazah akhirnya berhasil ditemukan. Ia menjelaskan bahwa proses pencarian jemaah hilang sangat menantang karena jumlah jemaah haji yang mencapai jutaan orang.
“Kita patut bersyukur, di tengah kepadatan lebih dari 1,6 juta jemaah plus petugas, jenazah bisa ditemukan. Itu bukan hal mudah,” ucapnya.
Kemenag juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Bahtiar berharap keluarga diberikan ketabahan dan menyampaikan harapan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Saya ucapkan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah, wafat dalam ibadah haji, mudah-mudahan surganya Allah sudah menantinya. Semoga keluarga diberi ketenangan,” katanya.
Adjar Marsudi tercatat sebagai salah satu jemaah haji kloter asal Surabaya. Ia menjalani ibadah haji pada musim 2025 bersama rombongan lansia lainnya. Hingga kini, pihak Kemenag masih terus memantau dan memastikan kondisi seluruh jemaah haji asal Indonesia, khususnya yang berisiko tinggi secara kesehatan. (cit)

