KILASJATIM.COM, Lamongan – Status kependudukan empat warga Lamongan yang ikut di evakuasi dari Iran ternyata nonaktif. Hal ini dipastikan setelah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan verifikasi ke sistem pusat.
Tidak aktifnya data kependudukan empat warga ini disebabkan tidak adanya aktivitas kependudukan lebih dari lima tahun.
“Setelah kami lakukan pengecekan di sistem pusat ternyata datanya sudah dinonaktifkan karena lama tidak ada aktivitas,” ungkap Kepala Disdukcapil Lamongan, Ahmad Edwyn saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025).
Ia menjelaskan, penonaktifan data disebabkan yang bersangkutan tidak ada aktivitas kependudukan seperti pencetakan KTP elektronik maupun pembaruan data serta pemanfaatan layanan publik yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Untuk mengaktifkan kembali, pihak Disdukcapil berharap keempat warga segera melakukan aktivitasi ulang ke Kantor Dukcapil.
“Saya mohon yang bersangkutan segera datang ke kantor (Dukcapil) untuk melakukan aktivasi dan semuanya gratis,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bakesbangpol Lamongan Dianto Hari Wibowo meminta bantuan Dukcapil untuk mengecek data empat warga Lamongan yang ikut dievakuasi dari Iran pasca ketegangan antara Israel dengan Iran.
Keempat warga Lamongan itu, Maftukhin, Qurunia Rani Rahmah, Zaki Muhammad, dan Fatimah Zafira Hashe.
Dari puluhan WNI yang dievakuasi dari Iran, total ada enam orang yang berasal dari Jawa Timur, empat diantaranya dari Lamongan, satu dari Gresik dan satu dari Madura. (cit)




