Heartology Cardiovascular Hospital :   Dokter Lokal Berkualitas dan Mumpuni  Spesialis Jantung Ada Disini! 

oleh -1037 Dilihat

dr. Ridwan Tjahjadi Lembong, MM, MMRS, MBA, President Director Heartology Cardiovascular Hospital saat paparan kepada media di Surabaya, Rabu (25/5/2025) (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rumah sakit swasta khusus penyakit jantung dan pembuluh darah Heartology Cardiovascular Hospital yang berlokasi di Jakarta, membuktikan kualitas  dokter lokal spesialis jantung tidak kalah dengan dokter di rumah sakit luar negeri.

Selain peralatan yang canggih dan modern, rumah sakit ini juga memiliki tim dokter spesialis dan subspesialis jantung yang lengkap dan berpengalaman menangani masalah jantung mulai dari bayi sampai orang tua.

dr. Ridwan Tjahjadi Lembong, MM, MMRS, MBA, President Director Heartology Cardiovascular Hospital menyebutkan, setelah RS Harapan Kita, Heartology Cardiovascular Hospital adalah tempat ke dua bagi dokter spesialis jantung yang cukup dikenal jam terbangnya dan tingkat keberhasilan menangani pasien dengan keluhan pada jantungnya.

Selain peralatan yang canggih dan modern, rumah sakit ini juga memiliki tim dokter spesialis dan subspesialis jantung yang lengkap dan berpengalaman menangani masalah jantung mulai dari bayi sampai orang tua.

“Dalam periode Januari hingga Mei 2025, Heartology Cardiovascular Hospital telah mencatat lebih dari 450 tindakan kardiovaskular, mencakup kasus intervensi, aritmia, kelainan struktural, dan bedah jantung mayor. Sejumlah kasus kompleks dan tindakan pertama di Indonesia juga berhasil dilakukan di rumah sakit ini,” ujar dr. Ridwan kepada media di Surabaya Rabu (25/6/2025)

Indonesia menghadapi tantangan cukup serius dalam menangani penyakit jantung. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, sekitar 2.784.064 orang di Indonesia menderita penyakit jantung. Mengobati penyakit jantung juga menjadi alasan banyak pasien yang memilih pengobatan di negara tetangga, terutama Malaysia dan Singapura.

“Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan, ada lebih dari satu juta warga Indonesia yang berobat keluar negeri. Kondisi itu membuat Indonesia setidaknya kehilangan sekitar Rp 180 triliun. Heartology setidaknya ingin menyelamatkan dana sebesar itu dengan cara berobat di sini, yang peralatannya bisa dibilang lengkap dan modern,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perluas Pasar di Surabaya Locus Medical Hub Layanan Klinik SubSpesialistis di Ciputra World

Salah satu misi Heartology sejak awal adalah menyudahi ketergantungan pasien Indonesia terhadap rumah sakit luar negeri untuk masalah jantung. Melalui teknologi, tim, dan sistem pelayanan yang modern, Heartology ingin membangun kepercayaan bahwa perawatan jantung kelas dunia bisa didapatkan tanpa harus meninggalkan tanah air.

Lebih jauh dr. Ridwan menjelaskan kehadiran rumah sakit ini merupakan wujud medical excellence di Indonesia. “Hampir 40 persen pasien Heartology berasal dari luar Jakarta, ada yang dari Kalimantan, hingga Papua. Ini secara tak langsung membuktikan kepercayaan dan keyakinan atas layanan medis Heartology,” paparnya.

 Selain pengobatan masalah jantung dan pembuluh darah, Heartology juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan. Heartology menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang mengembangkan tindakan renal denervation untuk mengatasi hipertensi yang membandel dan tidak bisa diobati.

 “Jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, tidak ada masalah jantung yang tidak bisa ditangani di sini. Dari segi peralatan juga tidak ada gap. Kami juga meningkatkan kualitas dari sisi hospitality-nya,” katanya.

Heartology Hospital memberikan representasi dari sistem layanan jantung yang komprehensif, tepat guna, dan ditopang oleh teknologi medis yang mutakhir.

Diagnostik Presisi: CT Scan 512-Slice & 4D Echocardiography

Dalam penegakan diagnosis, Heartology mengandalkan dua teknologi kunci: CT Scan 512-slice dan 4D Echocardiography.

Teknologi CT Scan 512-slice memungkinkan visualisasi pembuluh darah koroner dan aorta secara sangat detail, dengan kecepatan tinggi dan dosis radiasi yang lebih rendah. Ini menjadikannya alat unggulan dalam deteksi dini penyempitan, kalsifikasi, hingga aneurisma.

Sementara itu, 4D Echocardiography memungkinkan pemetaan katup jantung secara real-time dalam dimensi spasial. Teknologi ini sangat krusial dalam evaluasi kelainan struktural seperti kebocoran katup, stenosis, serta untuk perencanaan tindakan seperti TAVI atau MitraClip.

“Dengan dua teknologi ini, kami dapat menegakkan diagnosis dengan presisi tinggi, bahkan sebelum pasien merasakan gejala berat. Ini adalah ‘mata’ utama kami dalam merancang keputusan klinis yang akurat dan aman,” jelas dr. Ridwan.

Baca Juga :  Cegah Kanker Serviks, Vaksinasi HPV pada Siswi Putri di Banyuwangi Capai 83 Persen

Tindakan Lanjutan dengan Teknologi Setara Internasional

Untuk tindakan invasif, Heartology menggunakan pendekatan berbasis teknologi presisi tinggi seperti Intravascular Lithotripsy (IVL) untuk kasus klasifikasi berat, Pulsed Field Ablation (PFA) untuk aritmia kompleks, serta tindakan Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) dan MitraClip bagi pasien dengan risiko bedah tinggi.

Penanganan kasus lainnya yang juga rutin kita lakukan adalah kasus-kasus di bidang Aorta, termasuk didalamnya adalah pelaksanaan prosedur kompleks seperti Bentall, Mitral Valve Replacement (MVR), hingga Double Valve Replacement (DVR), menjadikan rumah sakit ini sebagai salah satu rujukan nasional untuk tindakan jantung besar yang berisiko tinggi. Pelaksanaannya dilakukan secara terstruktur, dengan dukungan tim bedah jantung, perfusionist, ICU jantung, hingga rehabilitasi kardiovaskular pasca operasi.

Sistem Multidisiplin dan Standar Global

Heartology memang tidak berdiri sebagai rumah sakit umum. Sejak awal, rumah sakit ini dibangun dengan satu fokus: jantung dan pembuluh darah, dari hulu ke hilir. Ada 6 subspesialisasi yang tersedia, termasuk interventional cardiology center, arrhythmia & device center, structural heart center, aortic center, heart, lung & vascular center, serta cardiac diagnostic center.

Setiap pasien ditangani oleh tim dokter multidisiplin, bukan hanya satu spesialis. Diskusi antar ahli dilakukan secara harian dalam case conference (heart meeting) untuk merancang terapi berbasis bukti medis dan prioritas risiko pasien. Pendekatan ini terbukti memberikan hasil lebih baik, waktu rawat lebih singkat, dan angka keselamatan lebih tinggi.

Kini, Heartology telah menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien dari berbagai daerah termasuk yang sebelumnya berencana melakukan tindakan di luar negeri, namun kemudian memutuskan untuk dirawat di Jakarta.

“Kami tidak hanya menawarkan layanan, tapi juga perasaan tenang dan lega. Bahwa pasien tidak perlu lagi bingung mencari jawaban atau melakukan tindakan terkait kardiovaskular di negara lain. Di sini, mereka bisa mendapatkan penanganan dengan komprehensif, efektif, dan efisien juga bahkan lebih,” pungkas dr. Ridwan. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.