Prabowo Subianto Optimis Indonesia Bebas Kemiskinan Sebelum 2045

oleh -977 Dilihat

Foto Istimewa

KILASJATIM.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu terbebas dari kemiskinan jauh sebelum target Indonesia Emas 2045. Pernyataan optimis ini disampaikan Presiden saat membuka pameran alat utama sistem senjata (alutsista) Indo Defence 2025 di Kemayoran, Jakarta, pada hari Rabu (11/6).

Keyakinan Presiden Prabowo didasari oleh komitmen kuat pemerintah serta prediksi sejumlah lembaga perekonomian dunia yang menempatkan Indonesia dalam lima besar ekonomi global. “Setelah saya pelajari angka-angkanya, saya optimis kita bisa menghilangkan kemiskinan jauh sebelum 2045. Itulah keyakinan saya, itulah tekad saya,” tegas Presiden di hadapan peserta pameran.

Prabowo juga menyoroti peran bonus demografi sebagai pendorong utama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia meyakini bahwa generasi muda yang menguasai teknologi akan menjadi pemimpin masa depan dan membawa Indonesia keluar dari jerat kemiskinan. “Anak-anak muda yang sekarang dikatakan teknokrat muda, umurnya 30, 25 tahun lagi mereka akan pimpin Republik ini. Dan disitulah kita bisa keluar dari kemiskinan untuk seluruh rakyat kita,” ujar Presiden.

Namun, di tengah optimisme ini, data terbaru dari Bank Dunia menunjukkan tantangan yang signifikan. Dengan parameter garis kemiskinan yang baru, angka kemiskinan di Indonesia meningkat menjadi 68,25% dari total populasi 285,1 juta jiwa (sensus BPS 2024). Ini berarti sekitar 194,6 juta jiwa penduduk Indonesia masuk kategori miskin berdasarkan standar Bank Dunia. Angka ini lebih tinggi dari perhitungan sebelumnya, yakni 60,3% atau 171,7 juta jiwa.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan per September 2024 berada di angka 8,57% atau sekitar 24,06 juta jiwa. Perbedaan data ini menunjukkan perlunya sinergi dalam upaya pengentasan kemiskinan untuk mencapai target yang ambisius ini.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.