Jembatan Dung Buceng Trenggalek Putus Diterjang Banjir, Warga Butuh Jembatan Darurat

oleh -1016 Dilihat

KILASJATIM.COM, Trengggalek – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Rabu (4/6/2025) malam, mengakibatkan putusnya Jembatan Dung Buceng yang menghubungkan Kecamatan Munjungan dan Watulimo. Infrastruktur vital ini ambruk setelah diterjang derasnya arus banjir, mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi warga setempat.

Saat ini, warga sangat membutuhkan jembatan darurat tipe bailley sebagai penanganan sementara untuk menggantikan jembatan lama yang putus. Jembatan ini krusial untuk mobilitas sehari-hari masyarakat dari Kecamatan Munjungan ke Watulimo dan sebaliknya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyatakan bahwa putusnya Jembatan Dung Buceng di Desa Bangun ini berdampak besar. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar segera dilakukan pemasangan jembatan darurat tipe bailley.

“Kami sedang mengidentifikasi kerusakan dan opsi penanganan tercepat. Salah satunya mengusulkan pemasangan jembatan bailley ke Pemprov Jatim agar akses bisa segera pulih,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini, pada Sabtu (7/6/2025).

Menurutnya, jembatan yang ambruk tersebut merupakan jalur utama untuk aktivitas ekonomi masyarakat serta distribusi sampah lintas kecamatan. Meskipun tersedia jalur alternatif, namun hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat ke bawah, sehingga truk pengangkut sampah roda enam tidak dapat melintas. “Nanti kami juga akan menyesuaikan anggaran, dan memprioritaskan untuk pemulihan infrastruktur akibat bencana,” tambahnya.

Kepala Desa Bangun, Puguh, menjelaskan bahwa peristiwa putusnya jembatan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB pada Rabu (4/6/2025), setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Tiang penyangga bagian tengah roboh lebih dulu, disusul oleh runtuhnya badan jembatan. “Ini murni karena arus sungai sangat deras, dua tahun lalu sempat ada perbaikan dan pemasangan bronjong dari PUPR Jatim, tetapi saat ini tidak mampu menahan air,” ujarnya.

Baca Juga :  BBM Lancar, Gus Fawaid Cabut Aturan WFH dan Belajar Online

Puguh menambahkan, jalur alternatif melalui Desa Bendoroto ke arah Puthuk–Bangun memang bisa digunakan sementara, namun terbatas hanya untuk kendaraan ringan. Ia khawatir jika tidak segera ditangani, penumpukan sampah dari Kecamatan Munjungan akan terjadi karena akses pengangkutnya lumpuh total.(tif)


No More Posts Available.

No more pages to load.