KILASJATIM.COM, Jakarta – PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) mengambil langkah progresif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dengan meluncurkan secara terbatas produk pembalut terbarunya, CHARM Daun Sirih Bio Materials Organic Cotton Type dalam ukuran 23 cm dan 29 cm. Produk inovatif ini menjadi yang pertama di Unicharm Group yang menggunakan Bio Material di seluruh bagiannya, secara signifikan mengurangi penggunaan material berbasis minyak bumi.
Pembalut terbaru CHARM ini terbuat dari Bio Material yang berasal dari tanaman tebu, batu kapur, botanical oil, dan resin alami. Selain ramah lingkungan, produk ini juga mengedepankan kenyamanan dengan menggunakan organic cotton pada seluruh permukaan yang bersentuhan dengan kulit, menjadikannya terasa lebih halus dan lembut. Peluncuran produk ini turut dihadiri oleh brand ambassador CHARM, Syifa Hadju, serta influencer penggiat lingkungan, Veronika Krasnasari.
Peluncuran CHARM Daun Sirih Bio Materials Organic Cotton Type dilatarbelakangi oleh kesadaran akan keterbatasan sumber daya minyak bumi, yang diperkirakan akan habis dalam 50 tahun mendatang jika terus digunakan secara masif. Isu ini mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan permintaan akan produk yang lebih ramah lingkungan, termasuk pembalut wanita.
Riset Unicharm menunjukkan minat konsumen terhadap pembalut ramah lingkungan meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun terakhir, terutama di kalangan konsumen muda. Sejak 2021, Unicharm telah berkomitmen meluncurkan produk ramah lingkungan. Pada Hari Lingkungan Hidup tahun ini, Unicharm menghadirkan CHARM Daun Sirih Bio Materials Organic Cotton Type yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memperhatikan kenyamanan kulit dengan organic cotton di permukaan.
Produk ini akan tersedia secara bertahap mulai awal Juni 2025 di platform E-Commerce dan sebagian toko offline.
Tiga Teknologi Baru untuk Lingkungan dan Kelembutan Kulit
Produk “CHARM Daun Sirih Bio Materials Organic Cotton Type” mengintegrasikan tiga teknologi utama:
- Pemanfaatan Bio Material: Seluruh komponen produk, mulai dari ampas tebu, batu kapur, botanical oil, hingga resin alami, terbuat dari bahan bio alami. Inovasi ini secara drastis mengurangi jumlah plastik murni yang berasal dari minyak bumi, menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan.
- Top Sheet Organic Cotton: Permukaan pembalut yang bersentuhan langsung dengan kulit terbuat dari organic cotton yang halus, lembut, memiliki daya serap tinggi, mampu menyerap keringat dengan baik, dan mengurangi rasa pengap saat digunakan.
- Kemasan dan Kardus Ramah Lingkungan: Kemasan produk tidak menggunakan plastik dari virgin oil, melainkan material daur ulang dan bio mass. Kardus pengemas terbuat dari tandan buah kosong (Empty Fruit Bunch/EFB), limbah dari produksi minyak sawit, hasil kerja sama dengan PT Oji Sinarmas Packaging. Bahkan, selotip pada kardus juga berasal dari bahan daur ulang untuk menghemat sumber daya dan mengurangi limbah.
Syifa Hadju, Brand Ambassador CHARM, menyatakan pentingnya produk ramah lingkungan. “Sebagai perempuan generasi muda, aku sangat meyakini bahwa kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, dan hal itu bisa dilakukan melalui kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Itu sebabnya aku merasa nyaman dan tenang menggunakan Charm Bio Materials Organic Cotton type – karena bukan hanya cegah bau dan lembut di kulit, tapi juga ramah lingkungan dan aman. Dengan memakai produk ini, kita turut berkontribusi mendukung gaya hidup yang lebih peduli lingkungan,” ujarnya.
Senada dengan Syifa, Influencer penggiat lingkungan, Veronika Krasnasari, menambahkan, “Penggunaan produk ramah lingkungan sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan karena membantu mengurangi dampak negatif pada alam. Karena itu penting bagi kita semua untuk menyadari hal ini dan memilih produk yang ramah lingkungan.”
Unicharm terus berupaya mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan melalui produk dan layanan demi berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu inisiatif terbaru adalah perhitungan emisi carbon footprint. Sistem ini mengukur emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sepanjang siklus hidup produk, dari pengadaan bahan mentah hingga pembuangan dan daur ulang.
Produk CHARM Daun Sirih Bio Materials Organic Cotton Type diharapkan dapat mengurangi carbon footprint dengan mengurangi penggunaan plastik dari virgin oil. Hasil perhitungan menunjukkan estimasi rasio pengurangan Carbon Footprint (CFP) sebesar -15% per lembar untuk ukuran 23 cm (dengan tingkat pengurangan -30% pada tahap pengadaan bahan baku) dan -18% per lembar untuk ukuran 29 cm (dengan tingkat pengurangan -32% pada tahap pengadaan bahan baku).
Presiden Direktur Unicharm, Takumi Terakawa, menegaskan komitmen perusahaan. “Melalui pemanfaatan Bio Material, kami berharap dapat lebih berkontribusi dalam mengurangi penggunaan plastik yang terbuat dari minyak bumi. Lalu dengan menempatkan logo Bio Material yang bertuliskan pesan ‘Mari Lakukan Kebaikan Kecil’, kami mengajak konsumen untuk melakukan kebaikan dimulai dari hal yang bisa kita lakukan sendiri,” jelasnya.
Terakawa menambahkan bahwa selain material ramah lingkungan, Unicharm juga berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dalam proses pengadaan material, serta mempromosikan inisiatif lain seperti penggunaan energi bersih di seluruh rantai pasokan. “Kali ini, kami menghitung carbon footprint (CFP) untuk pertama kalinya. Dari hasil perhitungan, CHARM Daun Sirih Bio Materials Organic Cotton Type mampu mengurangi emisi GRK mulai dari pengadaan bahan baku hingga penggunaan produk. Ke depan, kami akan terus memberikan produk dan layanan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen, dan secara proaktif meluncurkan produk ramah lingkungan dan kegiatan pelestarian lingkungan,” tutupnya.(den)
