Karya Artistik Lulusan Rever Academy, Terinspirasi Teknologi AI dan Virtual Reality 

oleh -427 Dilihat

Dua karya lulusan Rever Academy yang diartistic dan futuristic dengan sentuhan warna dan paduan antara teknologi AI dan virtual reality. (kilasjatim.com/ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tahun 2025 kembali Rever Academy memunculkan karya akhir terbaik sebagai wujud dan bukti atas pencapaiannya. Melalui acara Live Artalase: Student’s Live Portfolio Creation.

Karya mereka bukan sekadar tata rambut, melainkan sebuah pernyataan artistik yang menggabungkan teknik, konsep, dan kreativitas yang luar biasa. Pada Kamis (5/6/2025)  dua lulusan berbakat Aleisha Jenae Krisnata dan Joyce Perezia Wilson Sutanto, menunjukkan karya mereka.

 Aleisha, mengusung tema “Candy Goth Dream”-nya, menghadirkan sebuah paradoks yang memikat.   Mengekspresikan perpaduan antara sisi manis nan lembut pada dirinya sendiri, namun di sisi lain ada unsur Goth yang lebih gelap.

“Saya memilih cutting layer inversi karena potongan ini memberikan bentuk yang unik, berkarakter dan kesan dramatis namun tetap lembut. Layer inversi mencerminkan dualitas, bagian luar yang rapi dan terstruktur mewakili sisi gothic yang kuat dan misterius, sementara gerakan halus dibagian bawah menunjukkan kelembutan dan keindahan khas estetika, candy yang dreamy,” ujarnya.

Ditegaskan Aleisha,  pewarnaan rambutnya, sengaja dipilih pink memberi nuansa ceria dan dreamy, ungu gelap menghadirkan kesan elegan dan dalam, hitam mempertegas unsur gothic. Teknik highlight dengan gradasi halus dipilih agar warna-warna bisa menyatu dengan lembut tapi tetap memberikan kontras yang kuat.

Sanggul Avant Garde yang artistik dan tegas menyerupai sayap atau mahkota memberi kesan dramatis dan powerful. Penggabungan unsur manis dan gelap dalam satu tampilan, warna hitam yang dominan memperkuat aura gothic dan elegan, sentuhan warna ungu memberikan efek misterius tapi tetap playful.

Baca Juga :  Rever Academy, Suguhkan Hasil Akhir Lima Siswa di Bidang Tata Rambut Spektakuler dan Rias Wajah Artistik

Sementara Joyce Perezia Wilson Sutanto, mengusung tema FUTURISTIC CYBERPUNK yang menggambarkan masa depan dengan teknologi supercanggih dan dunia yang terus berubah.

Menurut Joyce, dirinya terinspirasi dari dunia masa depan yang diliputi neon dan teknologi, memberi imajinasi masa depan dalam bentuk nyata, explore the future dalam penampilan, dan mengekspresikan visi futuristik yang terlihat dalam film atau game.

“Kita sudah hidup di jaman AI dan virtual reality, karya ini menjadi simbol dari perubahan jaman sekaligus refleksi bagaimana teknologi menyatu dengan identitas dan gaya hidup manusia modern,” jelasnya.

 Konsep yang tidak hanya estetik tapi juga naratif, menyampaikan pesan tentang masa depan, identitas dan relasi manusia dengan mesin serta teknologi, jembatan antara kreativitas dan imajinasi tentang masa depan.

 Sanggul Avant Garde dengan style ke-Jepangan terinspirasi dari karakter-karakter di film atau game cyberpunk. Kerangka bagian atas yang berbentuk sleek dan tajam dengan aksen logam bulat dan kristal yang detail, untuk kesan metalic dan futuristik.

Sedangkan  potongan rambut hush cut, aksen face-framing poni hime cut dan layer disconnection dengan tekstur tajam memberi kesan edgy dan berani. Pewarnaan rambut identik dengan dunia cyberpunk. Warna tone biru silver, hampir seperti logam dingin atau baja cair untuk beri kesan metallic, warna blue black di ujung rambut agar tetap beri kesan gelap dan misterius. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.