APBN Sidoarjo Surplus Rp2,7 Triliun: Cukai Jadi Penopang Utama

oleh -733 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Kinerja pelaksanaan APBN di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan surplus sebesar Rp 2,72 triliun hingga akhir April 2025. Cukai memberikan kontribusi terbesar.

Kepala Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal (MSKI), Anang Dwie Kurniawan, menjelaskan bahwa total penerimaan negara di Sidoarjo mencapai Rp5,15 triliun.

“Dari jumlah itu (Rp 5,15 Triliun) itu bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp. 5.004,70 Miliar terdiri dari pajak penghasilan Rp1.773,40 Miliar disusul pajak pertambahan nilai Rp 616,31 Miliar kemudian Cukai Rp2.080,50 Miliar serta Pajak lainnya Rp 426,66 Miliar dan pajak perdagangan internasional Rp 107,83 Miliar,” ungkap Anang dalam keterangan nya kepada wartawan di kantor KPPN Sidoarjo, Kamis (22/5/2025).

Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp142,76 miliar, yang berasal dari PNBP Lainnya Rp117,35 miliar dari target Rp190,35 miliar (61,65%).

Untuk pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) Rp25,41 miliar dari target Rp54,34 miliar (46,75%).

“Realisasi belanja masih di bawah 25 persen,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, hingga 30 April 2025, total realisasi belanja negara di Sidoarjo mencapai Rp 2,42 triliun diantaranya belanja Pemerintah Pusat Rp1,48 triliun (24,13%), belanja pegawai Rp1,12 triliun dari pagu Rp3,61 triliun (31%) dan belanja barang: Rp 158,43 miliar dari pagu Rp 905,07 miliar (17,5%).

“Meski mencatat surplus anggaran, masih perlunya akselerasi kinerja penerimaan dan penyerapan belanja. Agar pencapaian target-target APBN pada triwulan II dan seterusnya,” pungkasnya. (TAM)

Baca Juga :  Arus Kontainer di Terminal Petikemas Surabaya Naik 3,82 Persen

No More Posts Available.

No more pages to load.