Kakanwil Ditjenpas Jatim Resmikan Tiga Layanan Inovatif di Lapas Tulungagung

oleh -680 Dilihat

KILASJATIM.COM, Tulungagung – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, meresmikan tiga layanan publik terbaru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung pada Jumat (16/5/2025). Ketiga layanan tersebut meliputi Ruang Kunjungan Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM), Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kediri di Lapas Tulungagung, dan Cafe Rindu Rumah.

Peresmian ini merupakan bagian dari komitmen Ditjenpas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Pendekatan yang diutamakan adalah pelayanan yang lebih humanis, efisien, serta memberdayakan mantan warga binaan.

Rangkaian acara peresmian dimulai dengan pembukaan Ruang Kunjungan Berbasis HAM. Dalam sambutannya, Kadiyono menekankan betapa pentingnya menciptakan ruang kunjungan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga ramah terhadap anak-anak. “Layanan pemasyarakatan harus semakin humanis dan lebih dekat dengan masyarakat. Ruang kunjungan ini bukan sekadar tempat untuk bertemu, melainkan juga wadah untuk merajut kembali ikatan emosional antar anggota keluarga,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya. Ruang kunjungan ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan bagi keluarga warga binaan dan memperkuat dukungan sosial selama masa menjalani pidana.

Selanjutnya, Kadiyono meresmikan Pos Bapas Kediri yang kini beroperasi di Lapas Tulungagung. Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah proses pelaporan rutin bagi klien pemasyarakatan yang berdomisili di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. “Dengan hadirnya Pos Bapas ini, klien tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke Kediri. Ini adalah wujud nyata pelayanan yang mendekatkan diri kepada masyarakat,” kata Kadiyono.

Puncak acara ditandai dengan peluncuran Cafe Rindu Rumah, sebuah kafe unik yang dikelola oleh mantan warga binaan Lapas Tulungagung dan klien Bapas Kediri. Kafe ini tidak hanya menjadi wadah pemberdayaan bagi mereka, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan pembinaan setelah keluar dari tembok Lapas. Berbagai produk minuman dan makanan ringan khas rumahan ditawarkan di kafe ini.

Baca Juga :  Perda Hunian Layak Disahkan, Pemkot Surabaya Pastikan Standar Tempat Tinggal Warga

Kadiyono memberikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara Lapas Tulungagung dan Bapas Kediri dalam mewujudkan program pemasyarakatan yang memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya sebatas pembinaan di dalam tembok Lapas, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan mereka agar siap untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat,” pungkasnya.(mul)

No More Posts Available.

No more pages to load.