KILASJATIM.COM, Surabaya – Laga seru antara Persebaya Surabaya melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu malam, harus dihentikan sementara akibat hujan deras disertai petir selama sekitar 30 menit. Setelah kondisi kembali kondusif, pertandingan dilanjutkan dan Persebaya langsung tampil menekan.
Meski mendapat sejumlah peluang, tim Bajul Ijo justru harus kecolongan lebih dulu. Pada menit ke-35, pemain Semen Padang, Cornelius Stewart, berhasil mencetak gol dan membawa tim tamu unggul 1-0.
Menjelang akhir babak pertama, Persebaya menciptakan dua peluang emas. Bruno Moreira melepaskan tendangan dari sisi kiri yang masih bisa dimentahkan kiper Arthur Augusto. Tak lama berselang, giliran Flavio Silva mencoba peruntungannya lewat tendangan dari jarak dekat, namun bola melambung tinggi. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, pada menit ke-65, Bruno Moreira sukses menyamakan kedudukan lewat gol yang tercipta dari kemelut di depan gawang. Gol tersebut membuat Stadion GBT bergemuruh dan menyulut semangat para pemain.
Semen Padang hampir kembali unggul setelah salah satu pemainnya lepas dari kawalan Kadek Raditya. Namun, tembakan yang dilepaskan hanya melebar tipis di sisi gawang.
Drama terjadi pada menit ke-85 saat Dejan Tumbas mencetak gol kedua untuk Persebaya. Namun, setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena Tumbas berada dalam posisi offside saat menerima bola. Keputusan itu memicu protes keras dari suporter maupun pelatih Paul Munster, yang akhirnya diganjar kartu merah oleh wasit.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tak berubah. Hasil ini membuat Persebaya kembali gagal meraih tiga poin penuh di kandang sendiri.(pur)



