Sekolah Rakyat dan Koperasi Masuk Agenda Utama Kota, Wali Kota Eri Beri Tanda Mulai

oleh -1105 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya mendukung program nasional seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.

Hal ini diungkapkan Eri yang juga Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII di Grand City Surabaya, Kamis (8/5/2025).

Selain seluruh Wali Kota se Indonesia juga hadir Wamendagri Bima Arya serta Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Eri menyerukan agar seluruh kepala daerah sejalan dengan visi dan misi Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Setiap wali kota memang punya visi dan misi, tapi harus selaras dengan Presiden. Ini akan menjadi kekuatan luar biasa jika kita bergerak dalam satu arah, karena pada dasarnya kita adalah kepanjangan tangan Presiden untuk menjalankan program-program yang tertuang dalam RPJMN,” kata Eri.

Salah satu program prioritas yang disebut Eri adalah Sekolah Rakyat, yang menurutnya harus mulai dibangun di seluruh kota meski menghadapi kendala keterbatasan lahan.

“Kalau bicara lahan 7 hektare, mungkin tidak semua kota punya. Tapi saya yakin, Presiden akan memberikan arahan dan solusi untuk itu. Yang penting kita siap bergerak,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, program Koperasi Merah Putih akan didirikan di 153 kelurahan di Surabaya pada Juli 2025. Program ini disebut sebagai upaya memperkuat sinergi antara kota sebagai konsumen dan desa sebagai produsen.

“Kita bukan produsen, tapi konsumen. Surabaya bisa bekerja sama dengan daerah lain. Beras kami ambil dari Mojokerto, telur dari Blitar. Artinya, kita bisa saling menguatkan,” lanjut Eri yang disambut tepuk tangan peserta Munas APEKSI ke VII.

Dirinya pun mengajak seluruh Wali Kota agar menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berbasis kolaborasi kota dan desa.

Baca Juga :  Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Jadi Pahlawan di Kehidupan Sehari-hari

“Gerakan ini harus bersinergi. Kota sebagai konsumen harus menggandeng desa. Begitu juga sebaliknya. Kita harus saling isi, saling dukung,” pungkas Eri. (cit)