KILASJATIM.COM, Surabaya — FoodPhoria Festival resmi digelar untuk pertama kalinya di Surabaya, tepatnya di Galaxy Mall pada 1–4 Mei 2025. Tak hanya menjadi pesta kuliner, festival ini juga menjadi ajang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di sektor kuliner dan produk lokal.
Acara yang dipromotori oleh Robert Filipus Ambat ini menghadirkan lebih dari 50 tenant kuliner lokal, serta berbagai produk kerajinan tangan yang menggambarkan kekayaan budaya nusantara. Robert menjelaskan, FoodPhoria Festival lahir dari keinginannya untuk membawa kekayaan rasa otentik daerah ke kota-kota besar, serta membuka ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang.
“Melalui FoodPhoria Festival ini kami ingin menghadirkan tempat wisata kuliner yang lokasinya jauh dari kota Surabaya. Contohnya, untuk penyelenggaraan di Surabaya ini kita bawa hidangan otentik dari Bali, lengkap dengan tenant-tenant legendaris yang hanya bisa ditemukan di sana,” ungkap Robert, Jumat (2/5/2025).
Selain kuliner, festival ini juga menghadirkan tenant-tenant kerajinan khas Bali seperti Kuta Street Wear dan Kipas Srikandi, sebagai bentuk dukungan terhadap produk kreatif lokal di luar sektor makanan. Keberadaan mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman berbelanja produk otentik tanpa harus bepergian ke luar kota.
FoodPhoria Festival tidak hanya menyuguhkan makanan dan minuman khas, tetapi juga menghadirkan berbagai zona penunjang ekonomi kreatif lainnya, seperti fashion & lifestyle, beauty & bodycare, playground, kids & hobbies, craft market, hingga pertunjukan musik dari talent lokal.
“Festival ini bukan sekadar makan-makan. Ini adalah panggung bagi pelaku usaha kreatif untuk bertemu langsung dengan konsumennya, memperkenalkan produknya, dan membangun jejaring yang lebih luas,” tambah Robert.
Dengan mengangkat kekayaan lokal dan memberikan ruang ekspresi bagi para pelaku UMKM, FoodPhoria Festival menjadi contoh nyata bagaimana sebuah event bisa berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif di daerah.
Festival ini diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung selama empat hari penyelenggaraan, sekaligus memperkenalkan ragam potensi kuliner dan produk kreatif Indonesia kepada masyarakat urban di Surabaya.(kar)




