Ketua Dewan Pers di APFI 2025: Jurnalistik Foto Tidak Akan Pernah Mati

oleh -561 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Ninik Rahayu Ketua Dewan Pers saat membuka acara Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) ke 15 tahun 2025, Jumat (25/4/2025) di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah menegaskan bahwa jurnalistik foto tidak akan pernah mati.

“Kehadiran PFI bukan hanya mengenai jumlah orangnya, tapi jumlah karya yang disumbangkan memang bisa dirasakan oleh masyarakat kita. Saya ingin memberikan apresiasi tinggi kepada PFI yang telah merawat dan menjaga jurnalistik. Media dalam konteks ekonomi bisa saja hidup segan mati tak mau, tapi jurnalistik foto tidak akan pernah mati. Saya percaya!” ujar Ninik.

Ketua Umum PFI Nasional, Reno Esnir, menyampaikan selamat kepada seluruh penerima Anugerah. Ia juga mengapresiasi Dewan Pers, PFI Solo, serta seluruh stakeholder yang telah mendukung gelaran APFI. “Selamat kepada seluruh penerima Anugerah, semoga foto-foto membanggakan ini bisa menjadi medium perantara pesan kepada publik dan pemerintah akan banyak hal penting, khususnya demokrasi Indonesia. Dan juga terima kasih kepada semua pihak yang mendukung APFI 2025, anugerah ini tidak akan terselenggara tanpa bantuan dari semua mitra dan stakeholder yang mendukung,” papar Reno.

Dalam awarding ini panitia pelaksana mengundang seluruh penerima Anugerah ke kota Solo untuk menerima trophy APFI. APFI 2025 menyeleksi lebih dari 2500 karya foto yang masuk dan diikuti ratusan partisipan. Selama 12 jam lebih, dewan juri memilih foto-foto terbaik dari tujuh kategori.

Sebagai penerima Photo of The Year adalah Iqbal Lubis, pewarta foto lepas berbasis di Makassar. Iqbal memotret hilirisasi nikel yang meninggalkan dampak buruk bagi warga rentan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Untuk kategori PFI Kota Award, penghargaan ini diraih oleh PFI Solo (Best Performance Award) dan PFI Bandung (Best Management Award). PFI Kota Award merupakan penghargaan untuk pengurus PFI Kota yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi yang baik dalam satu tahun terakhir.

Baca Juga :  Selamat Hari Kebaya Nasional! Yuk, Intip Sejarah dan Filosofi Kebaya

Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi berharap ajang APFI 2025 ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia fotojurnalistik di Indonesia.“PFI Solo berharap agar APFI ini bisa menjadi pemantik bagi teman-teman pewarta untuk bisa menghasilkan produk jurnalistik yang makin bagus,” harap Yoma.

Sementara itu, menurut Ketua PFI Surabaya Suryanto, yang juga hadir di Loji Gandrung, Solo menyebut bahwa kerja keras yang dilakukan segenap panitia APFI 2025 patut diapresiasi. Sedangkan tentang karya para pemenang adalah potret dan gambaran peristiwa yang terjadi di Indonesia. “Kepada segenap panitia APFI 2025 tentu saja kerja kerasnya patut diapresiasi. Sedangkan karya-karya para pemenang tahun ini adalah gambaran peristiwa yang terjadi di Indonesia. Dan itu juga adalah realita di negeri ini,” tegas Suryanto.

Foto-foto penerima Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) dapat dinikmati di gedung Loji Gandrung, Solo, dari 25 hingga 30 April 2025. Ada juga diskusi fotografi tentang kisah dibalik foto para penerima APFI bersama dewan juri dan penerima anugerah, serta diskusi sinergi antara fotografi dan printing.(tok)