Open Casting Film “Foufo” Diserbu Ribuan Peserta, Bayu Skak Siap Angkat Budaya Madura ke Layar Lebar

oleh -1216 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya — Open casting film Foufo yang digelar Skak Studios dan Sinemart di Kaza Mall Surabaya disambut antusias. Sekitar 2.500 peserta mendaftar untuk memperebutkan 18 karakter yang dibuka dalam film tersebut. Audisi ini terbuka bagi siapa saja, khususnya talenta lokal asal Madura yang belum pernah tampil di layar lebar, namun memiliki potensi akting dan semangat bercerita yang kuat.

Film Foufo mengusung drama keluarga berlatar budaya Madura dengan balutan komedi dan sentuhan fiksi ilmiah. Disutradarai oleh Bayu Skak, film ini mengisahkan seorang pengepul rongsokan asal Madura yang bermimpi memperbesar usahanya lewat pinjaman bank. Namun harapannya berubah ketika ia menemukan pesawat UFO yang terdampar di pinggiran kota — lengkap dengan alien di dalamnya yang masih hidup dan harus diselamatkan.

Yang menarik, lokasi syuting film ini direncanakan berlangsung di kawasan Surabaya Utara, wilayah yang dikenal memiliki konsentrasi tinggi komunitas Madura. Hal ini diharapkan dapat memberi napas lokal yang kuat, sekaligus mempererat koneksi antara cerita film dan kenyataan sosial masyarakat setempat.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji, atau yang akrab disapa Cak Ji, turut ambil bagian sebagai salah satu pemeran dalam film ini. Ia menyampaikan apresiasinya atas gagasan film Foufo yang dinilainya sarat pesan sosial dan relevan dengan kehidupan masyarakat Surabaya.

“Film ini sangat menginspirasi karena mengangkat realita kehidupan keluarga di wilayah Surabaya. Saya berharap, lewat film ini, potensi Surabaya juga bisa lebih dikenal secara nasional — baik dari segi kuliner, tempat wisata, maupun karakter masyarakatnya,” ujar Cak Ji.

 

Foufo menjadi proyek kolaborasi antara dua rumah produksi dengan karakter kuat. Skak Studios, didirikan oleh Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan, dikenal lewat film Yowis Ben, Sekawan Limo, serta serial Lara Ati, yang secara konsisten mengangkat dinamika masyarakat lokal melalui pendekatan jenaka dan relevan.

Baca Juga :  Gus Ipul Apresiasi Gerak Cepat Tokoh dan Aparat Dalam Insiden Papua

Sementara itu, Sinemart, yang telah memproduksi lebih dari 280 serial TV dan 24 film layar lebar, membawa pengalaman panjang dalam meramu cerita yang menyentuh dan menghibur. Eksekutif produser David S. Suwarto menegaskan pentingnya keberagaman dan eksplorasi narasi yang dekat dengan identitas bangsa.

“Kami ingin menghadirkan cerita lokal yang kuat, dengan semangat kolaboratif. Foufo adalah upaya untuk menunjukkan bahwa budaya kita bisa menjadi bahan baku cerita yang universal,” ungkapnya.

Foufo bukan sekadar tontonan komedi keluarga. Ia dirancang sebagai refleksi ringan tentang harapan, keterbatasan, dan nilai-nilai kekeluargaan dalam masyarakat urban pinggiran. Melalui pendekatan visual khas dan keberanian mengeksplorasi cerita tidak biasa, film ini diharapkan bisa menghadirkan hiburan yang jenaka sekaligus menyentuh. (DEN)