KILASJATIM.COM, Madiun – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur menerjunkan dua pengurus untuk memantau pelaksanaan Pos Siaga Lebaran (PSL) di Kabupaten Madiun. Sementara itu, Posko Utama PMI Provinsi Jawa Timur di Surabaya terus menerima laporan perkembangan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dua pengurus PMI Provinsi yang diterjunkan ke Madiun adalah Sekretaris PMI Provinsi Jawa Timur, Edi Purwinarto, didampingi oleh salah satu anggota pengurus, Abdul Mujib. Menurut Edi, PMI Kabupaten Madiun telah menurunkan relawan dalam jumlah yang cukup banyak untuk membantu pengamanan dan pertolongan selama arus mudik.
Terdapat enam pos siaga lebaran di wilayah Kabupaten Madiun. Posko utama terletak di Markas PMI, Jalan Mayjen Sungkono No. 42, Nambangan Lor, Kabupaten Madiun. Selain itu, terdapat lima posko lapangan yang berada di Nglames, Pagotan, Njiwan, Dolopo, dan Balerejo.
“Setiap pos ditempatkan tiga relawan ditambah satu unit ambulans yang siap siaga 24 jam. Relawan PMI bertugas secara bergantian dalam dua shift,” ujar Edi dalam keterangan persnya pada Minggu (30/3/2025).
Edi menjelaskan bahwa semua ambulans dalam kondisi siap dan dapat dikerahkan kapan saja jika terjadi keadaan darurat. Posko-posko di Kabupaten Madiun didirikan secara mandiri oleh PMI, tidak bergabung dengan unsur lain, dan mulai beroperasi sejak 22 Maret hingga 5 April 2025.
Seluruh posko juga dilengkapi dengan relawan terlatih, ambulans, dan peralatan pertolongan pertama. Edi menambahkan bahwa meskipun arus mudik di Kabupaten Madiun sudah sangat padat, hingga saat ini belum ada laporan kejadian darurat yang diterima oleh pos siaga lebaran PMI.
“Arus mudik sudah sangat padat, tapi Pos Siaga Lebaran PMI Kabupaten Madiun belum menerima adanya kejadian,” pungkasnya. (udi)
