KILASJATIM.COM, Surabaya – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (7/3/2025), untuk membahas kesiapan angkutan Lebaran 2025. Fokus utama pertemuan ini adalah mengantisipasi kemacetan akibat pasar tumpah, meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, serta memastikan kesiapan transportasi umum bagi pemudik.
Menhub Dudy menyoroti potensi kepadatan lalu lintas akibat 15 titik pasar tumpah di sepanjang jalur arteri mudik di Jawa Timur. Beberapa lokasi krusial meliputi Pasar Bagor di Nganjuk, Pasar Babat di Lamongan, Pasar Wonokromo di Surabaya, serta Pasar Ranuyoso dan Pasar Klakah di Lumajang. Di Madura, Pasar Tanah Merah, Pasar Blega, dan Pasar Galis di Bangkalan juga diperkirakan menjadi titik kemacetan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mengatur jam operasional pasar, menertibkan kios liar, serta memastikan arus lalu lintas tetap lancar di sekitar lokasi-lokasi tersebut.
Selain pasar tumpah, lonjakan wisatawan selama libur Lebaran juga diprediksi menyebabkan kepadatan di sejumlah destinasi favorit, seperti Jatim Park, Selecta, Museum Angkut di Batu, Wana Wisata Padusan di Mojokerto, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Probolinggo-Malang, serta Pantai Kenjeran dan Kebun Binatang Surabaya. Rekayasa lalu lintas di sekitar tempat wisata akan diterapkan untuk menghindari kemacetan, terutama pada jam-jam kunjungan puncak.
Dalam pertemuan ini, Menhub juga menyoroti tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang masih menjadi perhatian serius. Jawa Timur memiliki 941 perlintasan sebidang yang masih aktif dengan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi. Berdasarkan data kecelakaan 2024–2025, mayoritas insiden melibatkan sepeda motor, mobil pribadi, dan angkutan barang. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, pemerintah daerah diminta meningkatkan sosialisasi keselamatan agar masyarakat lebih waspada saat melintas di perlintasan sebidang.
Beberapa langkah strategis disiapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik. Program mudik gratis akan kembali digelar, terutama bagi pengguna sepeda motor, guna mengurangi kepadatan di jalan raya dan menekan angka kecelakaan. Posko angkutan Lebaran akan didirikan di berbagai titik strategis untuk memantau pergerakan pemudik serta memberikan layanan darurat. Peningkatan akses dan layanan transportasi umum, termasuk angkutan feeder, juga menjadi perhatian agar masyarakat lebih mudah menjangkau tujuan akhir mereka. Pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalur akan diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan ekstrem, sementara penyediaan informasi mudik diperbanyak agar pemudik dapat memperoleh pembaruan terkait jalur dan kondisi lalu lintas secara real-time.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas koordinasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam persiapan mudik Lebaran 2025. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jatim siap bersinergi untuk memastikan kelancaran angkutan Lebaran tahun ini. Khofifah juga mengapresiasi perhatian yang diberikan Menhub terhadap berbagai aspek penting, mulai dari penanganan pasar tumpah, keselamatan di perlintasan sebidang, hingga pengelolaan kepadatan di area wisata.
Sehari sebelum pertemuan di Surabaya, Menhub Dudy juga bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi di Semarang untuk membahas kesiapan mudik di provinsi tersebut. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub bersama Litbang Kompas, pergerakan selama libur Lebaran 2025 diprediksi mencapai 52% dari total populasi Indonesia, atau sekitar 146,48 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbesar, mencapai 25% dari total pemudik nasional.
Menhub menegaskan bahwa Kemenhub bersama pemerintah daerah terus berkolaborasi agar masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan terkendali. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat memastikan angkutan Lebaran 2025 berjalan lancar dan memberikan pengalaman mudik yang lebih baik bagi masyarakat. (FRI)
