Arumi Bachsin Lantik 36 Ketua TP PKK se-Jawa Timur, Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

oleh -634 Dilihat

KILASJATIM. COM, Surabaya – Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, melantik 36 Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota periode 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (2/3/2025). Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran bupati, wali kota, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Arumi menekankan bahwa pelantikan serentak ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PKK dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ia mengapresiasi komitmen para ketua yang baru dilantik dan mengingatkan mereka tentang tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam mendampingi anak menghadapi era digital dan media sosial.

Selain itu, Arumi menyoroti pentingnya peran Posyandu dalam pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Ia menekankan bahwa keakuratan data dalam pencatatan Bulan Timbang sangat krusial sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan. PKK juga terus mendorong program Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman), yang mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif seperti cabai guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan data yang lebih akurat. Saat ini, partisipasi masyarakat dalam Bulan Timbang masih rendah, hanya sekitar 50% balita yang hadir. Ia berharap TP PKK dan Pembina Posyandu lebih aktif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat agar kebijakan yang dibuat benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Khofifah juga menyoroti pentingnya program makanan bergizi gratis, yang telah diterapkan di lebih dari 100 negara, termasuk India. Program ini tidak hanya memastikan setiap anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas. Ia mengingatkan bahwa konsep ini sudah diterapkan sejak 900 tahun lalu oleh Syekh Abdul Qodir Jaelani di Baghdad, yang kini menjadi inspirasi bagi berbagai kebijakan sosial di dunia.

Baca Juga :  Lautan Jamaah Bersatu dalam Parade Sholawat Hari Santri 2023

Dengan sinergi antara PKK, Posyandu, dan pemerintah daerah, berbagai program pemberdayaan masyarakat diharapkan berjalan lebih optimal. PKK tidak hanya berperan dalam sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian lingkungan. (FRI)