Ratusan Rumah di Kecamatan Krian Sidoarjo Terendam Banjir akibat Luapan Kali Mas

oleh -1447 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo melaporkan bahwa sebanyak 326 rumah di Desa Tempel dan 168 rumah di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, masih terendam banjir pada Rabu (26/2). Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Mas yang disebabkan oleh curah hujan tinggi pada Senin, 24 Februari.

Desa Barengkrajan menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan ketinggian air mencapai 90 cm. Luapan air Kali Mas telah memasuki rumah-rumah warga yang berada di sekitar aliran sungai.

Sekretaris Kecamatan Krian, Ibtadi Kadar Hernowo SE MM, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah membuka Posko Siaga Banjir di desa tersebut. Selain itu, dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.

“Tenda pengungsi juga telah didirikan,” ujar Ibtadi, yang pada Rabu (26/2) kemarin sempat terjebak kemacetan selama dua jam di kawasan Legundi, Gresik, saat berangkat kerja ke kantor Kecamatan Krian.

Di Desa Barengkrajan, banjir menggenangi RT 17 dan RT 19 di RW 06. BPBD Sidoarjo juga telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Sementara itu, beberapa warga Desa Tempel mengungsi di Masjid Baitul Islah. BPBD telah menyiapkan tenda pengungsian, dan satu orang lansia, Mbah Sahid, telah dievakuasi karena kondisinya yang rentan.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Mustain, mengungkapkan bahwa selain dua desa di Kecamatan Krian, banjir juga melanda beberapa desa di kecamatan lain yang berada di dekat sungai, seperti Kecamatan Candi, Tanggulangin, Sidoarjo, Balongbendo, dan Porong. Penyebab utama banjir ini adalah luapan air sungai akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, bersama Sekretaris Daerah Sidoarjo Fenny Apridawati, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, serta Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Misbahul Munir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi banjir di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian.

Baca Juga :  Tim Medis di Rumah Sakit Surabaya Terima Bantuan APD dari Rumah Zakat

Dalam kunjungannya, Mimik Idayana menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur untuk meminta bantuan dalam menangani banjir di desa tersebut. Ia meminta agar Pemkab Sidoarjo segera mendapatkan bantuan pompa portabel guna mempercepat penyusutan debit air banjir.

“Kita minta bantuan pompa portabel agar debit air di sini segera berkurang,” ujar Mimik setelah menghubungi pihak BBWS Brantas Jatim.

Dengan langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak, diharapkan kondisi banjir di Kecamatan Krian segera teratasi dan warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa. (tam)