KILASJATIM.COM, SURABAYA – Emil Elestianto Dardak, wakil Gubernur (Wagub) provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa Universitas Terbuka (UT) merupakan model pembelajaran masa depan yang lengkap. “Mahasiswa bisa belajar kapan pun dan di mana pun. Pembelajaran di UT tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata,” terang Emil dihadapan peserta Orientasi Studi Mahasiswa Baru UT Surabaya melalui zoom, Sabtu (22/2/2025).
Emil menyampaikan juga bahwa tidak ada halangan bagi siapapun untuk belajar atau melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Lalu Emil mencontohkan sang istri yang hingga saat ini menempuh pendidikan di UT Surabaya. “Istri saya masih menempuh pendidikan di UT. Saya melihat tidak ada perbedaan mencolok antara belajar di UT dan perguruan tinggi konvensional. Saat ini, sudah banyak ruang belajar yang bisa dimanfaatkan selain tatap muka. Sekaligus ini memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan,” lanjut Emil.
Emil berharap kepada para mahasiswa baru UT bisa memanfaatkan kesempatan belajarnya dengan maksimal serta memanfaatkan seluruh fasilitas pembelajaran di UT, agar mampu bersaing dan memiliki keterampilan yang lengkap. “Ada banyak fasilitas di UT. Manfaatkan semaksimal mungkin guna menunjang kemampuan, sehingga nantinya bisa bersaing dan memiliki kemampuan yang maksimal,” tegas Emil.
Ditanya tentang kehadiran Emil Elistianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur dihadapan para mahasiswa baru UT Surabaya, meskipun melalui kanal Zoom, Dr. Suparti, M.Pd., Direktur UT Surabaya menyampaikan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan Emil dengan harapan memberikan inspirasi dan motivasi bagi para mahasiswa baru.
“Beliau adalah tokoh muda yang luar biasa memiliki kemampuan, dan sebagai pemimpin muda ysng luar biasa. Karenanya kami berharap beliau jadi inspirasi dan motivasi positif bagi para mahasiswa baru UT Surabaya,” ungkap Suparti.
Tentang tujuan digelarnya orientasi mahasiswa baru UT Surabaya, Suparti mengatakan bahwa kegiatan ini salah satunya dalam rangka memperkenalkan metode atau sistem pembelajaran di Universitas Terbuka. “Kegiatan orientasi ini bertujuan mengenalkan sistem pembelajaran di UT. Seperti misalnya bahwa di UT, semua mahasiswa mendapatkan fasilitas yang mendukung proses pelaksanaan pembelajaran jarak jauh,” jelas Suparti.
Suparti menambahkan bahwa kegiatan orientasi ini diikuti oleh 731 mahasiswa baru, yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk dari Jombang, Mojokerto, Kediri, Tuban, dan Bojonegoro.(tok)
