Protes Warga Desa Sepande Terkait Banjir Akibat Proyek Perumahan Grand Amarta

oleh -1030 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Puluhan warga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/1/2025), mendatangi lokasi pembangunan perumahan Grand Amarta yang dikerjakan oleh PT Kali Dana Inti Permata. Mereka memprotes proyek tersebut karena menyebabkan banjir yang merendam rumah dan jalan warga, terutama di wilayah RT 6 dan RT 7 RW 2.

Banjir ini disebut sering terjadi saat hujan, dengan air langsung mengalir ke pemukiman warga tanpa adanya penanganan yang memadai. Untuk menghindari konflik lebih lanjut, Kepala Desa Sepande, Hadi Santoso, mengajak perwakilan warga untuk berdiskusi di kantor desa.

Hadi Santoso menjelaskan bahwa proyek tersebut sebenarnya telah direncanakan sesuai setplan sejak awal, melalui rapat bersama elemen masyarakat dan dinas terkait. Namun, ia menekankan bahwa dampak dari pembangunan ini, terutama terkait banjir, harus segera ditangani.

“Harapan kami, pihak pengembang segera merealisasikan solusi seperti pembuatan saluran air, pelebaran jalan, pembangunan bozem, dan perbaikan gorong-gorong. Ini adalah kebutuhan mendesak karena banjir sudah terjadi sejak setahun terakhir,” kata Hadi.

Hadi juga mengungkapkan bahwa selama ini komunikasi antara warga dan PT pengembang kurang responsif. Ia berharap masalah ini segera diselesaikan untuk menghindari ketegangan lebih lanjut.

Ketua RT 6 RW 2, Faris, menyampaikan bahwa warga menuntut sejumlah langkah konkret dari pengembang, seperti pembuatan bozem, saluran drainase, dan peninggian plengsengan di beberapa titik untuk mencegah banjir. Selain itu, warga juga meminta perbaikan gorong-gorong yang amblas dan kompensasi dana dari pengembang.

“Warga merasa tidak diberi informasi yang jelas terkait sistem saluran air. Ini menjadi penyebab banjir yang terus berulang,” ungkap Faris.

Perwakilan PT Kali Dana Inti Permata, Setyo Budi, menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan desa dan warga untuk mengatasi banjir. Namun, ia juga menyatakan bahwa banjir tidak sepenuhnya disebabkan oleh proyek perumahan.

Baca Juga :  Dua Motor Matic Milik Pelajar Gresik Hilang Saat Terparkir di Lokasi Bimbingan Belajar

“Sejak awal, normalisasi saluran air memang diperlukan, terutama di luar area proyek kami. Mengenai bozem, pembangunannya tertunda karena masih menunggu perizinan,” jelas Setyo.

Setyo berharap perizinan untuk pembangunan bozem segera keluar agar solusi penanganan banjir bisa direalisasikan.

Bozem adalah kolam buatan yang berfungsi menampung air hujan untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan dan digunakan sebagai irigasi pada musim kemarau. Pembuatan bozem menjadi salah satu solusi utama yang diharapkan warga untuk mengatasi masalah banjir di Desa Sepande.

Warga berharap pihak pengembang segera memenuhi tuntutan mereka agar kehidupan warga kembali normal tanpa ancaman banjir di masa mendatang. (tam)

No More Posts Available.

No more pages to load.