Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo selama 8 jam sejak Minggu (15/12/2024) sore hingga Senin (16/12/2024) pagi menyebabkan banjir besar. Ketinggian air di sejumlah wilayah bahkan mencapai 2 meter, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Salah satu daerah yang terdampak parah adalah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo. Di wilayah ini, hampir 200 rumah yang dihuni oleh 400 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir. Air yang masuk ke dalam rumah memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka.
“Ketinggian air di sejumlah wilayah ini ada yang sampai 2 meter. Beberapa warga mengungsi di rumah tetangganya yang memiliki lantai dua, sementara yang lain mengungsi ke tempat-tempat yang tidak terkena banjir,” ujar Lurah Kepatihan, Chusnul Arifiandi.
Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah sejak 2007. Tak hanya merendam rumah, banjir juga melumpuhkan jalur utama Ponorogo-Pacitan, tepatnya di sekitar jalur Aloon-Aloon hingga Dengok, sehingga tidak bisa dilewati.
“Jalur Ponorogo-Pacitan lumpuh. Air cukup tinggi,” ungkap Chusnul.
Sementara itu, Siti Muslimah, warga Jalan Ontoseno Kelurahan Kepatihan, mengungkapkan bahwa sejak pukul 1 dini hari, rumahnya menjadi tempat pengungsian bagi warga yang terdampak banjir. Ada 4 KK yang mengungsi, termasuk 3 balita dan 1 lansia yang sedang sakit.
“Air mulai datang pukul 1 malam tadi akibat luapan Sungai Keyang di Kecamatan Jetis. Ada 4 KK yang mengungsi di rumah saya. Kami membutuhkan makanan karena tidak bisa memasak akibat banjir ini,” ujarnya.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh hujan dengan durasi panjang yang membuat beberapa sungai meluap. Sejumlah kecamatan terdampak, seperti Ponorogo, Sawoo, Sambit, Jetis, Siman, dan Mlarak.
“Ada beberapa kecamatan yang terdampak banjir, dan saat ini air masih menggenang. Beberapa tanggul sungai seperti Sungai Keyang, Gendol, Sono, Paju, dan Sekayu jebol, menyebabkan air meluber ke permukiman warga,” ujar Sugiri.
Sugiri menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada korban banjir, baik yang masih bertahan di rumah maupun yang berada di pengungsian.
“Pendataan masih terus kami lakukan. Info terakhir, air mulai berangsur surut,” pungkasnya. (jee)
