Tiga Anak Muda Jawa Timur Terpilih Sebagai Petani Milenial Inovatif 2024

oleh -960 Dilihat

SURABAYA, Kilasjatim.com – Tiga anak muda Jawa Timur berhasil meraih penghargaan sebagai Petani Milenial Inovatif Jawa Timur (PMIJ) 2024, berkat inovasi mereka di sektor pertanian yang dinilai produktif dan inspiratif. Penghargaan ini diserahkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Kamis, 7 November 2024, dalam rangkaian acara perayaan Anniversary 1 Tahun KabarBaik.co di Surabaya.

Mochamad Priyono dari Pasuruan, Kurniawan Adi dari Lamongan, dan Ahmad Lafillah Romadhon dari Jombang, masing-masing membawa inovasi unik yang memperkuat sektor pertanian. Priyono meraih apresiasi lewat inovasinya dalam perbenihan kentang merah menggunakan sistem in vitro, yang menghadirkan teknik perbenihan modern untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kentang. Kurniawan, dengan karyanya “Sedesa Farm,” berfokus pada pelestarian benih lokal yang bertujuan mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan di Indonesia. Sementara itu, Ahmad Lafillah mencuri perhatian dengan pengembangan budidaya melon hidroponik berbasis Internet of Things (IoT), yang mengintegrasikan teknologi modern dalam proses produksi melon secara lebih efisien dan terkendali.

Direktur Utama KabarBaik.co, Supardi Hardy, menyatakan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak muda Indonesia, khususnya di Jawa Timur, agar terus berinovasi di bidang pertanian dan berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional. “Dari program ini, kita melihat bahwa sektor pertanian memiliki prospek yang menjanjikan, baik dari segi ekonomi maupun keberlanjutan,” ujar Hardy.

Program penghargaan PMIJ 2024 ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian Jawa Timur dan Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jatim. Seleksi peserta dilakukan sejak Agustus 2024 dengan melibatkan anak-anak muda dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Meski baru pertama kali diadakan, acara ini mendapat sambutan luar biasa, dengan peserta yang menunjukkan berbagai inovasi menarik di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Baca Juga :  PTPN Group - SGN Launching Gerakan Menuju Swasembada Gula Indonesia

Supardi Hardy menambahkan bahwa acara ini juga merupakan upaya untuk mendukung gerakan swasembada pangan, sejalan dengan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Jawa Timur yang menjadi salah satu lumbung pangan nasional menghadapi tantangan regenerasi petani akibat gerontokisasi. Data dari Sensus Pertanian 2023 yang dirilis BPS menunjukkan bahwa sektor pertanian dihadapkan pada masalah semakin menurunnya jumlah petani muda, sementara proporsi petani lansia justru meningkat. Hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa sektor pertanian tidak menjanjikan masa depan yang stabil dan pendapatan yang tidak sebanding dengan upah minimum regional (UMR).

“Dengan apresiasi ini, kami berharap dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap profesi petani, sekaligus memacu kreativitas dan inovasi generasi muda di bidang pertanian, sehingga sektor ini dapat menjadi sumber penghidupan yang layak,” tambah Hardy.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, dengan dukungan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, media, dan masyarakat. “Ke depan, sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur dapat mengalami transformasi positif, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah dan nasional,” katanya.

Selain memberikan penghargaan kepada tiga Petani Milenial Inovatif, KabarBaik.co juga memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh dan korporasi yang dinilai berjasa dalam upaya peningkatan ketahanan pangan serta kontribusi pada masyarakat. Di antaranya adalah Fandi Ahmad Yani (Gresik), Yuhronur Efendi (Lamongan), Kombes Pol Nanang Haryono (Kapolres Malang Kota), Hendy Siswanto (Jember), Heru Suseno (Jawa Timur), PT Petrokimia Gresik, SKK Migas, dan Mujiono (Banyuwangi).

“Mereka telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan sektor pertanian dan ketahanan pangan di berbagai daerah. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi pemacu semangat untuk lebih banyak pihak agar berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutup Hardy. (SAN)